60% Bahan Impor Dari China, Pengusaha Dekorasi Terdampak Corona

12

Wabah Corona atau Covid19 di China ternyata juga berdampak negatif terhadap para pengusaha dekorasi. Akibat 60 persen bahan untuk dekorasi diimpor dari China, mereka pun sempat kelabakan karena pesanan dari China ditunda. Tapi, hal tersebut pun berdampak positif terhadap usaha penjualan dan pembuatan bahan dekorasi lokal, yang menjadi sasaran peralihan oleh pengusaha dekorasi.

Para pengusaha dekorasi ternyata juga terkena dampak dari wabah Corona atau Covid19 di Tiongkok atau China. Menurut wakil ketua asosiasi pengusaha dekorasi Indonesia, Nanang Khusnaini, dampak tersebut terasa karena enam puluh persen bahan untuk dekorasi, seperti bunga segar hingga rotan, diimpor dari China. Mereka pun sempat kelabakan, karena pesanan dari china untuk dekorasi terutama untuk acara pernikahan, ditunda akibat wabah Corona.

Meski begitu, ketua Aspedi JABAR Dua, Buana Oejang Suwarna menyatakan, terhambatnya pasokan bahan dekorasi dari China, menjadi peluang bagi produsen bahan baku lokal, seperti untuk pengadaan bunga segar hingga rotan. Hal tersebut karena, para pengusaha dekor harus beralih ke produsen bahan baku lokal. Menurut buana, para petani bunga di daerah Brastagi hingga Lembang pun mulai menanam bungabunga yang sebelumnya diimpor dari China.

Meski dari faktor harga dan variasi, bahan produk dekorasi dari china lebih bersaing, para pengusaha dekorasi terpaksa harus beralih ke produk lokal. Di JABAR saja, produk keramik untuk bunga di Plered menjadi sasaran para pengusaha dekorasi, yang sebelumnya menggunakan fiber impor dari China. Selain itu, produk dari kaca yaitu terarium yang berasal dari warungkondang pun mulai diburu oleh para pengusaha dekor.

 

Budi Hartati, Bandung Tv.