8 Tips Agar Ibu Hamil Tetap Aman Melaksanakan Ibadah Puasa

49

Puasa di bulan Ramadan adalah ibadah yang wajib dilaksanakan setiap umat Muslim. Meskipun hukumnya wajib, terdapat pengecualian bagi wanita hamil untuk tidak menjalankan puasa.

Kendati demikian, meski sedang dalam kondisi hamil sebagian orang masih memilih untuk berpuasa. Agar ibadah lancar dan kondisi kesehatan janin pun aman, terdapat tips puasa untuk ibu hamil yang perlu diperhatikan.

Sejatinya dalam hukum Islam, wanita hamil dan menyusui diperbolehkan untuk tidak berpuasa apabila khawatir akan membahayakan kesehatan diri maupun bayinya.

Puasa yang dilewatkan dapat diganti di kemudian hari, atau jika tidak memungkinkan bisa dengan membayar fidyah.

Puasa saat Hamil menurut Perspektif Medis

Dokter Kandungan asal Pinelands, Cape Town, Afrika Selatan Dr Amaal Schroeder mengatakan ibu hamil pada trimester pertama dan kedua disarankan tidak berpuasa, mengutip Parent24.com. Karena saat itulah janin masih dalam proses pembentukan organ tubuh sehingga membutuhkan banyak nutrisi.

“[Puasa atau tidak] adalah keputusan sang ibu secara pribadi. Ada yang merasa dirinya baik-baik saja, tetapi jika kondisi tidak memungkinkan–seperti yang sering saya lihat–maka jangan mengambil risiko,” ujarnya.

Terlebih setiap ibu tentu memiliki kondisi dan riwayat kesehatan yang berbeda-beda. Ibu hamil juga lebih gampang merasakan lelah dan mual, dan puasa dapat membuat dirinya sedikit lebih berat.

Itulah alasannya, konsultasikan dahulu dengan dokter kandungan atau bidan sebelum sang ibu memutuskan berpuasa Ramadan.

Nah, jika Anda tetap mempertimbangkan untuk menjalankan ibadah puasa Ramadan selama masa kehamilan, berikut tips puasa yang aman bagi ibu hamil agar tidak membahayakan kandungan.

1. Banyak minum air putih

Minumlah banyak air saat sahur untuk memastikan tubuh terhidrasi sepanjang hari selama berpuasa. Sebab dehidrasi bisa mengganggu fungsi organ tubuh, bahkan berisiko pada kehamilan seperti kurangnya cairan ketuban, bayi lahir prematur, bahkan cacat lahir.

Jika dokter menyatakan aman bagi Anda untuk berpuasa, pastikan cukupi kebutuhan minum setidaknya 8-12 gelas air putih per hari.

 

  1. Jangan lewatkan sahur

Seringkali orang merasa malas makan sahur. Padahal sahur sangat penting dilakukan sebagai sumber energi di siang hari. Puasa Ramadan yang dimulai sejak subuh hingga magrib dapat membuat tubuh cepat terasa lemas dan lelah. Karenanya luangkan waktu yang cukup untuk bisa menyantap sahur.

Dengan cukup makan dapat menyempurnakan kebutuhan energi harian selama berpuasa serta mencegah perasaan lapar dan haus di siang hari. Selain itu, tidak melewatkan sahur bisa mencegah Anda dari sakit kepala, pusing, sembelit, lemas, dan mudah mengantuk.

 

  1. Perhatikan nutrisi makanan

Menjaga kesehatan kandungan tetap bisa dilakukan meski berpuasa. Tak harus makan dalam jumlah banyak, namun utamakan gizi dan nutrisinya.

Makanan sehat yang dianjurkan untuk ibu hamil yakni tinggi serat dan karbohidrat kompleks seperti kacang-kacangan atau daging tanpa lemak. Sementara karbohidrat kompleks diperoleh dari beras merah, oatmeal, roti gandum.

Ibu hamil bisa memilih menu sahur yang ideal dengan tiga buah kurma agar kadar gula tetap normal atau pisang yang membuat perut kenyang lebih lama. Susu juga direkomendasikan karena mengandung vitamin dan mineral.

Hindari makan makanan tinggi lemak karena tidak mengandung nutrisi apa pun yang Anda dan bayi butuhkan. Terlalu banyak makan makanan berlemak juga bisa menyebabkan sembelit dan gangguan pencernaan.

  1. Jangan melakukan aktivitas fisik yang berat

Mengutip babycentre.co.uk, selama puasa, hindari melakukan kegiatan yang menguras tenaga. Melakukan aktivitas fisik yang berat dapat membuat tubuh lemas dan memicu stres.

Apabila Anda wanita karier, coba bicarakan dengan atasan mengenai pengelolaan waktu dan load pekerjaan selama bulan Ramadan, serta jika memungkinkan mintalah waktu istirahat tambahan.

Segeralah beristirahat sejenak ketika sudah merasa lelah, dan segera minum banyak cairan saat berbuka puasa.

Sejatinya dalam hukum Islam, ibu hamil tidak harus menyiksa diri sendiri untuk berpuasa. Ketika sudah menunjukkan gejala sakit seperti pusing, penglihatan kabur, atau lemas, lebih baik batalkan puasa.

 

  1. Hindari kafein

Meski tidak berpuasa sekalipun, ibu hamil tidak disarankan mengonsumsi makanan atau minuman mengandung tinggi kafein, seperti kopi, teh, cokelat.

Kafein bersifat diuretik. Jadi selain memicu sakit kepala dan jantung berdebar, kafein juga membuat tubuh cepat dehidrasi.

Minum teh dan kopi juga dapat mengurangi kadar zat besi yang dapat diserap tubuh. Apabila Anda sangat ingin dan tak bisa menghindarinya, batasi konsumsi kafein tak lebih dari 200mg per hari atau setara dengan dua cangkir kopi instan.

Alih-alih kopi dan teh, minumlah air putih. Jika bosan, bisa ditambahkan dengan perasan jeruk nipis atau lemon.

 

  1. Berada di ruangan yang sejuk

Pastikan Anda berada di tempat sejuk dan berventilasi baik. Menjaga suhu tubuh tetap normal mencegah tubuh memproduksi keringat berlebih yang memicu kehilangan cairan tubuh.

Batasi aktivitas Anda di luar ruangan di bawah cuaca yang panas dan terik. Bila perlu, gunakan kipas angin atau AC untuk menyejukkan udara. Udara yang sejuk juga membuat bayi Anda tenang dan aman meski sang ibu berpuasa. Namun, jangan berlebihan terekspos AC karena dapat menyebabkan dehidrasi.

 

  1. Pastikan kecukupan asupan vitamin

Dengan makan makanan yang sehat dan seimbang, Anda bakal mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan. Tetapi ketika hamil, tubuh akan membutuhkan lebih banyak nutrisi penting terutama kalsium, zat besi, vitamin D, dan asam folat.

Mengonsumsi vitamin bukan berarti Anda bisa makan makanan yang tak bernutrisi. Vitamin dimaksudkan untuk melengkapi kecukupan asupan nutrisi Anda, dan tidak dimaksudkan sebagai satu-satunya sumber nutrisi.

Pastikan Anda makan makanan bergizi serta beri tambahan vitamin ketika sahur untuk menjaga kesehatan dan perkembangan bayi dalam kandungan.

 

  1. Jangan stres

Stres ketika hamil adalah hal normal sebab sang ibu merasakan banyak perubahan yang dialaminya, baik itu perubahan pada tubuh maupun emosi. Ditambah lagi dengan berpuasa yang turut mengubah pola rutinitas Anda.

Menggeser jam makan maupun tidak minum air seharian tanpa disadari dapat menyebabkan stres. Dalam banyak kasus, wanita hamil yang berpuasa selama Ramadan melepaskan kortisol atau hormon stres yang lebih tinggi ketimbang wanita yang tidak berpuasa.

Jangan biarkan stres menguasai diri Anda. Lakukan meditasi atau hal yang membuat hati Anda senang untuk mengembalikan pikiran positif Anda. Sebab jika stres berlanjut untuk waktu yang lama dapat menyebabkan masalah kesehatan, seperti tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

Stres pada masa kehamilan juga meningkatkan potensi kelahiran bayi prematur atau berat badan bayi kurang. Bayi yang lahir prematur atau tubuh kecil berisiko mengalami masalah kesehatan.

Itulah 8 tips berpuasa yang aman bagi ibu hamil. Selagi dokter kandungan membolehkan Anda berpuasa dan tubuh tidak menunjukkan gejala bahaya maka jalankan saja ibadah Anda sampai tuntas.

Akan tetapi bila terjadi pendarahan, kontraksi, penurunan pergerakan janin, penglihatan kabur, pusing, sakit kepala hebat, kelelahan ekstrem, segera batalkan puasa dan makan-minum secara perlahan. Bagaimanapun, kesehatan Anda dan bayi adalah prioritas utama.