Abu Janda Telah Merendahkan Umat Islam Disetting Oleh Pembinanya Untuk Ngoceh-ngoceh

180

BISNIS BANDUNG – Jenderal Listyo Sigit Prabowo baru saja menjadi Kapolri yang baru. Namanya kini disoroti semenjak mencuatnya kasus yang menjerat Permadi Arya atau yang biasa dikenal sebagai Abu Janda diduga melakukan pelanggaran hukum melalui akun media sosialnya. Dugaan ujaran kebencian yang dilakukan influencer Permadi Arya alias Abu Janda akan menjadi tugas besar permulaan Kapolri baru, Jenderal Listyo Sigit Pramono.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyebut, hal ini akan menjadi ujian pertama bagi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait dugaan ujaran rasisme oleh Permadi Arya atau Abu Janda terhadap mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai.

“Kasus Abu Janda ini akan menjadi alat ukur bagi masyarakat luas dalam menilai kerja dan kinerja Kapolri yang baru. Untuk itu, kita tunggu dan lihat saja sikap dan tindakan dari Kapolri,” ujar Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas dalam siaran pers , Jumat  lalu.

Anwar Abbas  yang juga pakar sosial ekonomi dan  keagamaan  menilai Permadi Arya alias Abu Janda telah merendahkan umat Islam dengan sejumlah cuitannya. Anwar Abbas menunggu kerja Polri menangani laporan terhadap Abu Janda.

“Menurut saya, Abu Janda ini sudah terlalu banyak mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang menurut saya telah banyak meresahkan masyarakat karena merendahkan agama Islam serta para ulama dan umatnya,” kata Anwar Abbas kepada wartawan, Jumat (29/1/2021).

Abu Janda dilaporkan ke Bareskrim Polri karena cuitan evolusi yang dianggap rasis kepada Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai. Menurut dia, Abu Janda berperan merusak citra pemerintah maupun kepolisian.

Merusak kesatuan

“Saya melihat peran yang bersangkutan di dalam merusak citra pemerintah, terutama citra Presiden Jokowi dan citra kepolisian di mata umat sangat besar. Karena umat-umat dan masyarakat di mana-mana sudah berteriak-teriak meminta supaya Abu Janda ditangkap dan diproses, tapi pihak kepolisian tetap tidak dan belum melakukannya sehingga terkesan bahwa Abu Janda ini adalah seseorang yang dipelihara oleh pihak pemerintah dan pihak kepolisian sehingga yang bersangkutan terkesan tidak terjamah oleh hukum,”ungkap Anwar seraya menambahkan bahwa kasus Abu Janda bisa jadi tolok ukur kinerja Kapolri baru.

Baca Juga :   Tiket Mahal, Penumpang Dan Penerbangan Di Bandara Husein Menurun

Sementara Ketua KNPI Haris Pratama menyebut ada pihak yang men-setting Permadi Arya atau Abu Janda untuk merusak NKRI.

“Ini manusia (Abu Janda) otak dangkal yang disetting oleh seseorang atau pembinanya untuk ngoceh-ngoceh aja, tidak karuan, bikin kacau rakyat Indonesia,” kata Haris , Sabtu (30/1/2021).

Menurut Haris, pihak tersebut bukan sosok yang kontra pemerintah, tapi kelompok yang ingin merusak kesatuan dan persatuan di Indonesia. (B-003) ***