Ada 97.000 PNS Fiktif Yang Dapat Gaji Berita Lama Yang Muncul Kembali ?

3

BISNIS BANDUNG – Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad meminta pemerintah membentuk tim khusus untuk menelusuri 97.000 Pegawai Negeri Sipil (PNS) fiktif yang mendapat gaji hingga iuran pensiun pada 2014.Tim khusus diperlukan agar seluruh pihak terkait bisa memberikan klarifikasi perihal temuan tersebut.

“Karena  semestinya banyak pihak yang mesti mengklarifikasi, perlu dibentuk  satu tim khusus,”ungkap Dasco kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa awal pekan ini.

Dikemukakan Dasco , pihaknya merasa prihatin dengan temuan tersebut, perlu pembenahan administrasi dan penelusuran lebih lanjut untuk mengetahui keberadaan uang yang mengalir ke PNS fiktif tersebut.

Ketua Harian DPP Partai Gerindra ini juga menyebutkan,  bahwa temuan 97.000 PNS fiktif yang mendapat gaji hingga iuran pensiun pada 2014 itu merupakan hal yang tak bisa dimaklumi.

“Kalau keliru sampai 10 sampai 15 orang kita masih bisa maklum, tapi kalau sampai hampir 100.000, bahkan lebih ini perlu diusut secara tuntas,” ujar Dasco.

Sementara itu, Pelaksana tugas Kepala Biro Humas, Hukum, dan Kerja sama BKN Paryono mengaku,  pihaknya sudah menyurati masing-masing instansi yang memiliki data PNS fiktif untuk menindaklanjuti dan memeriksa datanya.

Paryono menyebut, , 97.000 data misterius itu diduga merupakan data PNS yang tidak mengikuti pendataan ulang PUPNS pada 2014 lalu. Saat itu, terdapat 90.000 lebih PNS tak ikut pendataan ulang.

Disebutkan Paryono, alasan PNS tersebut tak mengikuti pendataan ulang bermacam-macam, seperti di antaranya , karena kesulitan akses informasi, tugas belajar, sakit serta alasan lainnya.

“PNS yang tidak mengikuti PUPNS datanya mandek. Jadi mereka tidak bisa melakukan apapun terkait mutasi, kenaikan pangkat dan pensiun,” ucapnya.

Namun Paryono yakin,  jumlah PNS yang tak terdaftar dalam pendataan ulang itu seharusnya sudah berangsur berkurang. Karena, banyak PNS yang kemudian melakukan pendataan ulang susulan.

Baca Juga :   Ketekunan dan Keuletan Perajin Limbah Kayu Jadi Bernilai Ekonomi

Walau demikian, Paryono tak menampik hingga kini masih ada data fiktif yang belum diketahui kepastian identitas dan status kepegawaiannya.

Menteri PANRB Tjahjo Kumolo mengklaim permasalahan tersebut sudah selesai sejak 2016 berdasarkan keterangan dari BKN. Menurutnya, 97 .000 PNS fiktif tersebut merupakan berita lama yang kemudian muncul kembali saat ini.

“Itu berita lama tahun 2015 yang muncul kembali ketika diadakan pendataan ulang PNS (PUPNS),” kata Tjahjo menambahkan. (B-003) ***