Ade: Program K3 Sangat Pengaruhi Produktivitas Pekerja

27

BISNIS BANDUNG – Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) faktor sangat mempengaruhi produktivitas kerja karyawan.  Kerap  terjadinya risiko kecelakaan  akibat kerja lantaran  K3 tidak berjalan dengan semestinya yang berdampak pada tingkat produktivitas pekerja.

“Penyebab kecelakaan kerja antara lain  manusia dan lingkungan. Tidak tertib akan peraturan keselamatan kerja atau kurangnya keterampilan pekerja adalah faktor yang disebabkan oleh manusia. Sedangkan dari faktor lingkungan ialah peralatan dan mesin-mesin kerja yang tidak aman atau sudah tidak layak pakai, “ tutur Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Trasmigrasi Jabar, M.Ade Afriandi selepas acara Bakti Sosial K3 di Metro Indah Mall (MIM) Jalan Soekarno-Hatta Bandung, Ahad (9/2/2020).

Ade mengungkapkan supaya  pekerja merasa aman dan nyaman, perlu  perlindungan tenaga kerja dari semua bahaya  dari faktor lingkungan.  Diharapkan meningkatnya produktivitas kerja karyawan merupakan faktor dari tenaga kerja yang sehat  dan selalu bekerja dengan  baik.

“Untuk itu pentingnya mengkaji program keselamatan dan kesehatan kerja dalam peningkatan produktivitas kerja  demi  terwujudnya visi dan misi perusahaan yang sehat,” ucapnya.

Kepada  wartawan, Ade Afriandi mengatakan tingkat K3  perusahaan perusahaan besar di Jawa Barat  relatif baik, bahkan ada perusahaan panas bumi Jabar sudah dapat penghargaan K3 tingkat ASEAN.

“Tidak hanya nasional, ditingkat asia juga sudah ada, salah yaitu perusahaan star energy geothermal,” katanya seraya menambahkan  manajemen dari perusahaan Star Energy Geothermal (SEG)  juga memeriahkan acara Baksos K3 dengan buka stand, untuk ikut memberikan edukasi tentang pentingnya K3 bagi perusahaan.

Manager K3LL (Head of SHE) Star Energy Geothermal dan Manager Operasi (Head of Operasi) Star Energy Geothermal, Ismail  menejelaskan program K3  yang dilombakan ada tiga katagori , baik di tingkat nasional maupun internasional.  Pertama adalah sistem managemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) sejalan dengan PP No50/2012.

Kategori kedua  pencegahan dan penanggulangan HIV (P2HIV) atau mampu menjalankan program penanggulangan HIV di dunia kerja melalui langkah pencegahan, edukasi dan penanganan. Untuk kategori P2HIV  tersebut   sudah dapat penghargaan tingkat ASEAN.

Katageori ketiga Zero Accident, atau manajemen perusahaan berhasil melaksanakan program keselamatan dan kesehatan kerja, nihil  angka kecelakaan mendekati kecelakaan nihil (zero Accident). Untuk kategori Zero Accident, SEG sudah 8 tahun berturut-turut mendapatkan 8 medali dari pemerintah pusat.  Dengan demikian, sejak tahun 2012, tidak ada angka kecelakaan kerja di SEG.

“ Penghargaan yang  diperoleh kami tersebut  merupakan bonus dari pemerintah sebagai motivasi. Bagi  kami betapa pentingnya K3  dilaksanakan dengan baik di lingkungan perusahaan, khususnya SEG, “ujarnya. (B-002)***