Adhie : Berlindung Di Balik Kekuasaan Ekstrimis Rasis Diduga Dipersiapkan Untuk Menyerang Oposisi

18

BISNIS BANDUNG – Adhie Massardi, mantan juru bicara sewaktu presiden Abdurahman Wahid  menyebut , jaringan ekstrimis rasis di Indonesia berlindung di balik kekuasaan untuk menyerang oposisi. Adhie menanggapi Akun facebook diduga milik Ketua Relawan Pro Jokowi Amin (Projamin), Ambroncius Nababan yang isi postingannya dinilai rasis terhadap tokoh Papua, Natalius Pigai.

Berdasarkan tangkapan layar yang beredar, Ambroncius Nababan memasang foto Natalius berdampingan dengan seekor Gorilla. Dia memposting foto itu, guna merespon pernyataan Natalius Pigai soal vaksin Covid-19.

Bukan membantah dengan argumen, Ambroncius Nababan malah menghina fisik Pigai dan menyamakan dia dengan Gorilla.

“Mohon maaf yg sebesar-besarnya. Vaksin sinovac itu dibuat utk MANUSIA bukan utk GORILLA apalagi KADAL GURUN. Karena menurut UU Gorilla dan kadal gurun tidak perlu di Vaksin. Faham?”, demikian bunyi cuitan Ambroncius Nababan. Belakangan, cuitan tersebut telah dihapusnya.

Menanggapi itu, aktivis Pro Demokrasi (ProDem), Nico Silalahi, mengecam keras ungkapan rasis tersebut. Sebagai orang batak, Nico Silalahi memohon maaf kepada Pigai.

“Sebagai orang Batak dengan kerendahan hati, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga Papua, terkhusus bagi bang @NataliusPigai2 yang menjadi korban rasis akibat tulisan si BANGSAT itu, semoga ulah JAHANAM itu tidak berdampak pada suku Batak di Papua,” tulis Nico di twitternya, @Nicho_Silalahi, Minggu (24/1/2021).

Nico yang juga asli Batak ini, meminta agar Ambroncius Nababan diproses hukum. Sebab jika tidak, maka Presiden Jokowi dinilai melindungi pendukungnya meskipun rasis.

Berlindung dibalik kekuasaan ?

Mantan juru bicara Presiden KH Abdurrahman Wahid, Adhie Massardi menduga, adanya jaringan ekstrimis rasis di Indonesia yang dipersiapkan untuk menyerang kelompok oposisi. Menurut Massardi, kelompok ini berlindung di balik kekuasaan . “Jaringan ekstrimis rasis di Indonesia berlindung di balik kekuasaan, dipakai untuk menyerang kelompok oposisi seperti tokoh Papua Natalius Pigai. Dalam menghantam oposisi, jaringan pendukung penguasa halalkan segala cara, termasuk gerakan rasisme. Itu sebab mereka aman-aman saja,” ungkap Massardi yang dilansir dalam twitternya, Rabu (27/1).

Baca Juga :   JK Menyarankan Tangani Dulu Covid 19 Krisis Ekonomi Di Depan Mata

Kini Ambroncius telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Bareskrim Mabes Polri. Massardi meminta agar kepolisian membongkar jaringan tersebut. “Pasca Tetapkan A Nababan jadi tersangka, Bareskrim harus bongkar dan tindak anggota Jaringan Nasional Ekstrimis Rasis yang rusak NKRI dengan nebar isu SARA yang selama ini bergerak di medsos sok bela rezim. Kepolisian tidak hanya berhenti di Ambroncius Nababan. Namun bisa membongkar jaringan rasis yang sistematis,” kata Massardi.

 “Jangan berhenti di A Nababan. Bongkar jaringan ekstrimis rasis yang secara masif dan sistematis gulirkan isu Suku, Agama, Ras dan Antar-golongan yg berlindung di balik kekuasaan. Jika berhasil , Jenderal LS Prabowo bisa jadi Kapolri pro-Civil Society,” ungkap Massardi. (B-003) ***