Ahok: Merem Saja Pasti Untung Tahun 2020 Pertamina Rugi Sampai Rp 11,28 Triliun

49
Ahok: Merem Saja Pasti Untung Tahun 2020 Pertamina Rugi Sampai Rp 11,28 Triliun

BISNIS BANDUNG –  PT Pertamina (Persero) mencatatkan kerugian senilai USD 767,92 juta atau setara Rp 11,28 triliun pada  semester I 2020. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, perusahaan mampu meraup keuntungan  USD 659,9 juta.

Dalam laporan terbaru Pertamina, Senin (24/8), kerugian di semester I 2020 terjadi karena total penjualan dan pendapatan usaha lainnya anjlok 24,7% dari USD 25,54 miliar menjadi USD 20,48 miliar.

Kondisi tersebut bertolak belakang dengan pernyataan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. DikutipBB dari kumparan, mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebutkan, pendapatan Pertamina  mencapai Rp 800 triliun sangat besar karena hampir setara APBN. Sebab itu ,besarnya pendapatan BUMN sektor migas itu, Ahok menyatakan perlu pengawasan yang kuat agar Pertamina akan selalu untung.
“Kalau enggak diawasi dengan baik, direksi Pertamina enggak punya KPI (key performance indicator). Padahal KPI sifatnya administrasi semua. Jadi merem juga untung,” kata Ahok dalam perbincangan dengan Jurnalis senior Andy F. Noya di akun instagram KickAndy Show, beberapa waktu  lalu.

Sebelumnya Kementerian BUMN menjelaskan alasan penunjukan Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina, karena berpengalaman dalam menjalankan fungsi pengawasan. Menteri BUMN Erick Thohir meyakini Ahok sebagai sosok pendobrak yang mampu memenuhi target-target Pertamina.

BBM tidak turun tetap merugi

Meruginya  usaha Pertamina pada semester I 2020 hingga mencapai Rp 11,33 triliun   , sosok Komisaris Utama yang dipegang Basuki Tjahja Purnama atau Ahok sejak 25 November 2019 lalu ramai diperbincangkan warganet di media sosial.
Umumnya , warganet mengkritik serta menyampaikan ungkapan satire terkait kinerja Ahok selama menjabat hampir satu tahun itu.
“Kalau tidak ada Ahok bisa rugi 33 T. Ini contoh narasi untuk cebong biar mampu beragumen,” kata Aktivis Jaringan Pro Demokrasi (ProDEM), Adamsyah Wahab di akun Twitternya, Senin (24/8).
“Ahok ngapain aja? Unfaedah,” cuit akun @dannydhe.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Ustadz Tengku Zulkarnaen juga turut mengomentari meruginya PT Pertamina di tengah pandemik Covid-19. Ia bahkan menyinggung kebijakan Pertamina yang tak menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) meski minyak dunia anjlok.
Pertamina rugi lebih dari Rp11 triliun di masa Covid-19. Harga BBM dunia turun, sementara Pertamina tidak menurunkan harga BBM di dalam negeri saja, sudah rugi 11 triliun. Apalagi.. Hm, mboh lah,” tulis Ustaz Tengku Zulkarnain.
Diketahui, Pertamina mengalami kerugian di kuartal I sebesar Rp 11,33 triliun. Kerugian ini berbanding terbalik dengan tahun sebelumnya di kuartal I yang membukukan laba bersih 659,96 juta dolar AS atau setara Rp 9,7 triliun

Diperoleh keterangan , kerugian Pertamina pada semester I 2020  disebabkan anjloknya penjualan semua produk utama seperti minyak mentah, gas bumi dan lainnya. Tahun ini, Pemerintah mengurangi setoran penggantian biaya subsidi ke Pertamina dari sebelumnya USD 2,5 miliar menjadi hanya USD 1,73 miliar dan tidak ada imbalan pemasaran seperti tahun lalu. Kerugian kurs Pertamina kali ini juga mencapai USD 211,83 juta, berbalik dibandingkan tahun lalu yang untung USD 64,59 juta. (B-003) ***