AKB Industri Kreatif Unggulan Jawa Barat

181

PANDEMI Covid-19 telah mempengaruhi semua sektor ekonomi termasuk industri kreatif, dimana banyak pertunjukan atau konser musik yang dibatalkan karena harus menghindari kerumunan orang dan berdampak terhadap para seniman dan budayawan kehilangan pekerjaan, termasuk penata acara (event organizer) dan rumah produksi yang mengelola atau memproduksi industri kreatif.

Namun dengan sifatnya yang mengandalkan daya cipta, intelegensia manusia, dan kekayaan intelektual, maka industri kreatif justru menjadi sektor yang paling prospektif dan bahkan sangat mungkin dilakukan orang umum sekalipun.

Menurut Dewan Pengarah Komite Ekonomi Kreatif  dan Inovasi (Kreasi) Jawa Barat, Dwinita Larasati, Jawa Barat punya potensi sangat memadai untuk mengembangkan industri kreatif di era normal baru.

“Yang saat ini dibutuhkan adalah pemetaan potensi-potensi lalu menyalurkan dalam satu arus ekosistem sehingga hasilnya akan menuju perkembangan ekonomi kreatif dan peran pemerintah sangat dibutuhkan dalam hal ini. Gak diapa- apain pun industri kreatif pasti akan maju, apalagi kalau ada intervensi pemerintah dan kreativitas dari masyarakat itu sendiri,” kata Dwinita, Rabu (10/06/20).

Tita mengaku, pihaknya telah membuat daftar industri kreatif yang memiliki ceruk pasar besar dan relatif mungkin dilakukan masyarakat, dimana salah satu yang sudah terlihat dan jadi fenomena saat ini adalah peralihan industri fesyen dari produk konvensional seperti pakaian ke produksi masker dan Alat Pelindung Diri (APD).

“Sub sektor industri kreatif seperti fotografi, desain grafis, video wisata atau film–film yang menjual rasa kangen wisatawan terhadap suatu tempat yang pernah dikunjunginya. Lalu penggalangan dana melalui konser musik jarak jauh, juga cukup menjanjikan,” ucapnya.

Tita menambahkan, makanan minuman praktis yang dikemas dalam bungkus yang ramah lingkungan, bukan justru dengan banyak kantung plastik seperti yang terjadi saat ini kemudian barang–barang yang berkaitan dengan olahraga dan gaya hidup sehat pun akan sangat banyak dicari seperti alat–alat kesehatan dan kebugaran (fitness), perlengkapan olahraga (sepatu, pakaian, alat pelindung).

“Perlengkapan kebersihan seperti sabun, kosmetik berbahan organik dan obat- obatan herbal seperti jamu–jamuan juga akan banyak dicari orang, bahkan kue pun dapat dibuat dari bahan yang menyehatkan,” ujarnya.

Tita menambahkan, penjualan secara daring (online) dan e-commerce pun akan sangat berkembang yang juga masuk bagian industri kreatif, tergantung bagaimana dia men-delivered barang jualannya dengan cara tidak biasa,” jelas Tita yang juga Ketua Bandung Creatif City Forum (BCCF).

“Beberapa jenis pekerjaan yang prospektif di era baru, seperti penjahit, fotografer, desainer grafis, ilustrator, penata letak (layouter), kamerawan, pelatih kebugaran privat, tenaga pemasar (marketing), pengembang laman internet  dan aplikasi (web dan digital developer), dan sejenisnya,” pungkasnya. (C-003/BBS)***