Amien Rais : Menteri Tidak Merakyat Situasi Kristis Segera Lakukan Reshuffle

24
Amien Rais : Menteri Tidak Merakyat Situasi Kristis Segera Lakukan Reshuffle

BISNIS BANDUNG – Isu reshuffle yang mencuat pascaPresiden Jokowi marah saat sidang kabinet 18 Juni 2020. Amien Rais menyoroti karena sejumlah menteri  dianggap tak kompeten dan tak merakyat.

Beberapa waktu lalu saat Presiden Jokowi mengancam akan melakukan reshuffle apabila para pembantunya tak mampu mengikuti ritme kerja yang diinginkannya.

Salah satu tokoh reformasi itu menyebut , jika memang ada reshuffle segera dilakukan saja. Lakukan dengan cepat mengingat situasi krisis saat ini yang perlu tindakan ekstra cepat.

“Kalau mau resuffle ya silakan tapi jangan pilih yang begitu lagi, harus cepat kalau tidak ya sudah begini apa adanya,” ungkapnya lewat akun Instagramnya.

Tak hanya itu, Amien Rais juga menyoroti sosok pembantu di pemerintahan yang dianggapnya tak sevisi dengan Presiden Jokowi. Ia menyebut bahkan sepertiga menteri yang dipilih Jokowi tak kompeten hingga tak merakyat.

“Ini menterinya dipilih dengan tim mungkin sudah matang kemudian diumumkan sampai sekarang bekerja. Sejak semula saya agak khawatir sepertiga menteri itu saya kira gak ada sifat kerakyatannya,”ujarnya.

Ia  blak-blakan menyebut identitas sejumlah menteri yang dianggapnya tak memiliki sifat kerakyatan.

“Seorang CEO ojol tiba-tiba mengurusi kemeterian besar. Kemudian seorang pemain uang pikirannya hanya uang bagaimana kemudian dia malah memikirkan bagaimana membeli saham Inter Milan di Eropa kemudian klub-klub basket ball dalam dan luar negeri, tiba-tiba mengurusi BUMN kita. Ada lagi merasa menjadi superminister merasa tahu semuanya memborong dan lain-lain, ini tidak sehat,” ungkapnya.

Di sisi lain, peneliti Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Aisah Putri Budiatri menyebut kemungkinan yang akan dilakukan Jokowi selain reshuffle juga rotasi. Hal itu diungkapkannya melihat rekam jejak Jokowi kala melakukan reshuffle kabinetnya pada periode 2014-2019.

Dituturkan, Jokowi memang melakukan reshuffle kala itu akan tetapi kebanyakan ia memindahkan satu nama ke kursi lain sehingga terlihat ada sejumlah rotasi dalam perombakan kabinetnya. Peluang rotasi kabinet itu juga terlihat pada saat ini.

“Karena beberapa kali reshuffle dilakukan, Presiden menempatkan orang yang mungkin menurut Pak Presiden cocok enggak ya bekerjanya, kemudian juga menjadi orang yang dipercaya tapi kemudian tidak pas dengan pos itu diputar, dipindah ke pos lain,” kata Putri dalam sebuah diskusi virtual, Kamis (2/7/2020).

Kemudian komposisi latar belakang menteri pun menurutnya tidak akan berubah. Semisal ada satu kementerian yang diisi oleh profesional,  ketika harus diganti akan diisi oleh orang yang berlatar belakang sama.

Begitupun dengan komposisi partai politik. Menurutnya Jokowi memiliki alasan tersendiri mengapa akhirnya ia memutuskan membentuk Kabinet Indonesia Maju nan gemuk.

Oleh karena itu, menurutnya jika Jokowi benar melakukan reshuffle maka tidak akan terlihat ada perubahan yang berarti.

Tetapi Putri memiliki sudut pandang lain soal peluang lain di balik wacana reshuffle, yakni hadirnya partai politik baru. Kalau dilihat dari jejak rekamnya, Partai Demokrat yang paling berpeluang masuk kabinet ketika Jokowi mau mereshuffle.

Hal itu disampaikannya karena melihat Ketua Umum Partai Demorkat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang kerap bertandang menemui Jokowi – Ma’ruf, bahkan bertemu dengan Partai Golkar sebagai partai koalisi Jokowi. (B-003) ***