Anak Mantan Dirjen Imigrasi Diperiksa Kejagung Dugaan Gratifikasi Yang Menyeret Jaksa Pinangki

37

BISNIS BANDUNG – Tim Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusu (Jampidsus) Kejagung memeriksa Grace Veronica Sompie anak mantan Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Rony F Sompie . Grace diperiksa dalam kasus dugaan gratifikasi yang menyeret nama Jaksa Pinangki. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono.

Menurut Hari, pihaknya memeriksa Grace dalam kapasitasnya sebagai saksi perkara tindak pidana korurpsi pegawai negeri menerima gratifikasi atas tersangka Joko Tjandra dan Andi Irfan.

“Pemeriksaan saksi Grace Veronica Sompie selaku anak mantan Dirjen Imigrasi,” kata Hari melalui keterangan tertulis, Selasa (8/9).  Hari tidak menjelaskan keterkaitan antara Grace dalam perkara Pinangki. Ayah Grace, Ronny F Sompie dicopot dari jabatannya sebagai Dirjen Imigrasi karena sengkarut keberadaan Harun Masiku, tersangka kasus suap proses pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI periode 2019-2024 dari PDI P. Selain nama Grace, pihak Kejagung juga memeriksa dua orang pegawai Ditjen Imigrasi Kemenkumham. Mereka adalah Usin yang merupakan Kasi Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Udara pada Pemeriksaan Imigrasi Direktorat Lalu Lintas Keimigrasian serta Danang Sukmawan, Kasi Pengelolaan dan Pelaporan pada Subdit Pengelolaan Data dan Pelaporan Direktorat Sisten dan Tekonologi Informasi Keimigrasian. Kejagung juga  memeriksa Darwin Yohanes Siregar selaku Direktur PT Indo Mobil Trada Nasional. “Dan saksi lain yang kembali diperiksa oleh tim penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI yaitu saudara Djoko Triyono, pengelola Apartemen Essence Darmawangsa,” ungkap  Hari.

Kejaksaan Agung terus mendalami tindak pidana pencucian uang yang dilakukan Jaksa Pinangki Sirna Malasari. Selasa (8/9) pekan ini, penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) melakukan pemeriksaan terhadap anak mantan Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Ronny F Sompie, yakni Grace Veronica Sompie.

Menurut Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Febrie Ardiansyah, pemeriksaan terhadap Grace disebabkan adanya transfer sejumlah uang dari Pinangki ke Grace.

“Diperiksa itu terkait karena faktanya itu ada transfer ke Grace,” ungkap Febrie di Jakarta, Rabu (9/9). Namun, Febrie tidak mengungkap jumlah pasti uang yang ditransfer  Pinangki ke Grace.  Febrie mengklaim nominal uang tersebut tidak besar. Febrie juga mengatakan uang yang ditransfer ke Grace bukan bagian dari US$500 000 yang diberi Joko Tjandra kepada Pinangki. “Kecillah, yang jelas kita ingin tahu aja. Konteksnya nantilah, saya khawatir ganggu penyidikan,” kata Febrie. Ditanya apakah Pinangki dan Grace kenal secara personal, Febrie mengaku belum mendalami hal tersebut. Dikatakan, rangkaian proses pemeriksaan masih dilakukan oleh penyidik. Sementara itu, kuasa hukum Pinangki, Jefri Moses, enggan mengomentari hubungan antara kliennya dengan Grace , alasannya hal itu sudah masuk ke ranah penyidikan. Namun, ia memastikan saat diperiksa, penyidik tidak mendalami soal hubungan personal antara Pinangki dan Grace. “Tidak ada pertanyaan soal itu,” ujar Jefri. Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono mengatakan bahwa transfer Pinangki ke Grace terkait jual beli daring.

Untuk biaya fatwa MA

“Iya betul (terkait transaksi jual beli daring),” ujar Hari saat dikonfirmasi. Rangkaian pemeriksaan terhadap Grace juga dilakukan bersamaan dengan dua pegawai Ditjen Imigrasi Kemenkumham, yakni Usin yang merupakan Kasi Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Udara pada Pemeriksaan Imigrasi Direktorat Lalu Lintas Keimigrasian dan Danang Sukmawan, Kasi Pengelolaan dan Pelaporan pada Subdit Pengelolaan Data dan Pelaporan Direktorat Sisten dan Tekonologi Informasi Keimigrasian.

Febrie memastikan pemeriksaan pegawai Ditjen Imigrasi tersebut tidak terkait dengan hubungan Grace yang merupakan anak mantan Dirjen Imigrasi. Pemeriksaan dua orang tersebut, lanjut Febrie, untuk mendalami keberangkatan Pinangki ke Malaysia bertemu Joko Tjandra.

“Kalau yang dari Ditjen Imigrasi kan kita lihat perlintasan saja, pendalaman untuk memastikan kapan dia berangkat,” ujar Febrie. Pinangki diduga menerima uang dari Joko Tjandra sebesar US$500.000 atau sekira Rp7 miliar. Uang itu rencananya akan digunakan untuk mengurus fatwa ke Mahkamah Agung. Dengan fatwa tersebut, Joko Tjandra tidak perlu menjalani hukuman dua tahun penjara yang dijatuhkan MA pada 2009 lalu.
(B-003) ***