Antisipasi Pasar Modern Dan Tradisional Tutup Pemkab Bandung Menggelar Pasar Produk Pertanian

228

BISNIS BANDUNG – Mengantisipasi tutupnya  pasar modern dan sebagian pasar tradisional di Jakarta dan Bandung Raya, sebagai upaya mencegah penyebaran penyakit akibat virus corona (covid-19), Pemerintah Kabupaten  Bandung menggelar pasar produk komoditas pertanian.

Kegiatan tersebut bertujuan menyediakan market (pasar) bagi para petani Kabupaten Bandung, agar tetap dapat mendistribusikan hasil produksinya yang digagas  bekerjasama dengan Asosiasi Pasar Tani (Aspartan) Sabilulungan Kabupaten Bandung.
“Gelar produk ini untuk menunjukkan, bahwa cadangan pangan berbagai komoditas pertanian di Kabupaten Bandung cukup kuat dan tersedia. Distribusi pangan komoditas pertanian  harus tetap tersalurkan,” ucap Bupati Dadang Naser di sela-sela kunjungannya pada kegiatan yang berlangsung di depan kantor Distan di Soreang, Rabu .

Saat ini stok daging ayam di Kabupaten Bandung surplus, menurut Bupati , hal itu sebagai dampak distribusi komoditas tersebut ke wilayah Jakarta terhambat. Namun apabila diperlukan oleh Kota Bandung maupun Jakarta, stok daging ayam bisa didistribusiukan.
“Demikian pula dengan sayur mayur, sinergitas dengan Aspartan Sabilulungan , secara pro aktif dilakukan melalui online. Kemudian didistribusikan ke warung-warung dengan harga dasar, sehingga warung tetap memiliki keuntungan. Selain itu  BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) siap menyalurkan melalui jasa ojek pangkalan.Ketika ada imbauan untuk tinggal di rumah saja,  warga melakukan pengamanan dengan mengisolasi diri. Namun ketika ada keperluan terkait pangan,melalui jasa ojeg warga tidak akan kesulitan,” tutur bupati.

Sementara itu Kepala Distan (Kadistan) Kabupaten Bandung H. A. Tisna Umaran menyebutkan, kecenderungan pasar produk pertanian mengalami penurunan. Namun kebutuhan pangan untuk rumah tangga harus tetap tersedia dan terpenuhi. Pasar-pasar moderen dan sebagian pasar tradisional sudah mulai tutup .Kita harus mengantisipasi permintaan yang tinggi jelang bulan Ramadan dan Idul Fitri 2020.
Pihaknya secara masif memenuhi kebutuhan pangan atau pertanian segar di Bandung Raya dengan sistem online.
“Harga yang dijualpada gelar produk pertanian adalah harga petani. Contohnya,  satu bungkus cabai sekitar 200 gram harganya Rp 5.000. Tentu ini relatif murah, mengingat biasanya berkisar  Rp. 8.000. Upaya ini sangat membantu petani dalam penjualan,” ujar Tisna Umaran.

Gelar produk yang diadakan di dalam kompleks Pemkab Bandung, memang menyasar konsumen dari kalangan pemkab sendiri. Namun demikian ia mempersilakan, warga sekitar juga bisa belanja di situ.

Sementara untuk efektivitas pelayanan terhadap masyarakat lainnya, Tisna berharap ada komunitas di tingkat RW, DKM atau warung yang kesulitan mengakses kebutuhan pangan terutama sayuran. “Kalau sudah ada komunitasnya, atau ada warung yang ditunjuk, nanti barangnya akan kami suplai. Ada 3 armada pengangkut, yang siap kami optimalkan untuk mendukung pengentasan covid-19 di Kabupaten Bandung dari aspek ketersediaan pangannya,” ujar Tisna.

Saat ini respon masyarakat untuk belanja online, menurut Tisna cukup bagus , karena untuk belanja langsung ke pasar dengan kondisi wabah saat ini, konsumen agak khawatir.Ari, salah seorang konsumen mengungkapkan, ia mengetahui ada gelar produk pertanian melalui grup Whatsapp. Tanpa menunggu lama, pelaku usaha online ini membeli aneka komoditas pertanian. (B-003) ***