APBD Jabar 2021 Diprediksi Bakal Alami Kontraksi

11

BISNIS BANDUNG– Permintaan bantuan provinsi dari pemerintah kabupaten/kota di Jabar  merupakan hal lazim. Namum perlu diingat   kondisi APBD Jabar tahun 2021 diprediksi akan mengalami kontraksi yang  mempengaruhi besaran bantuan keuangan yang akan diberikan.

Pendapatan pemerintah yang berasal dari pajak dan retribusi dari masyarakat itu akan ikut melambat ketika perekonomian masyarakatnya terhambat.

“Dampak Covid-19 ini kan cukup besar konsekuensinya ke masalah kehidupan ekonomi kita. Jadi, bukan hanya warga saja yang terdampak, tapi ujung-ujungnya ya ke pemerintah juga,” ujar anggota Komisi V DPRD Jabar, Asep Wahyuwijaya yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Barat di Bandung, Jumat (15/5/2020).

Dikatakan, APBD Jabar ikut terdampak pandemi COVID-19, saat menanggapi ribut-ribut permintaan tambahan bantuan provinsi (banprov) dari Kabupaten Bogor.

“Jadi maksudnya sejak dini kita harus saling bisa memahami juga situasinya, sehingga ekspektasinya bisa lebih dirasionalisasikan dengan kondisi eksisting anggaran ke depannya juga. Saya tentu berharap, permohonannya bisa direalisasikan maksimal,” ujar pria yang akrab disapa AW itu.

Sebelumnya, DPRD Kabupaten Bogor mengusulkan kepada Pemkab Bogor agar mengajukan tambahan bantuan provinsi pada tahun 2021, setelah pada tahun 2020 meningkat hingga dua kali lipat menjadi Rp255 miliar dari tahun 2019 yang hanya senilai Rp122 miliar.(B-002)***