APBD Perubahan Jabar 2017 Meningkat Rp 1,970 Triliun

536

BISNIS BANDUNG- Dari hasil perhitungan pendapatan, belanja dan pembiayaan didapat bahwa volume APBD pada perubahan APBD Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2017 ini mengalami pe­ningkatan Rp1,970 triliun, yaitu dari Rp32,740 triliun menjadi Rp34, 711 triliun.
Dalam Raperda tentang perubahan APBD Tahun Anggaran 2017 bahwa kebijakan belanja daerah dipergunakan di antaranya untuk program dan kegiatan prioritas RPJMN 2015-2019, RPJMD 2013-2018, RKPD murni tahun 2017, dan RKPD perubahan tahun 2017, kemudian pemenuhan realisasi janji kampanye Gubernur terpilih tahun 2013-2018.

Sedangkan pengalokasian anggaran untuk memenuhi belanja yang presentasinya telah ditentukan dalam peraturan perundang-undangan, yaitu alokasi anggaran pendidikan 20 persen dan alokasi anggaran kesehatan 10 persen dari total belanja dalam rangka peningkatan indeks pendidikan dan indeks kesehatan serta alokasi anggaran di bidang infrastruktur minimal 10 persen dari total PKB, PBBKB dan BBNKB.

Hal itu terungkap pada rapat paripurna DPRD Jabar yang menyetujui Perubahan APBD Jabar tahun anggaran 2017, pekan ini di Bandung yang dihadiri Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar.
Adapun kebijakan belanja daerah lainnya yakni pembebasan lahan tol dan non tol serta lahan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Hal lainnya adalah pemberian honorarium guru dan tenaga kependidikan non-PNS.

Wagub Deddy Mizwar mengatakan, penyusunan Raperda Perubahan Tahun Anggaran 2017 merupakan sebuah momentum yang sangat penting, untuk menjamin keberlanjutan pembangunan daerah dalam rangka mewujudkan visi `Jawa Barat Maju dan Sejahtera untuk Semua.`

Adapun hasil pembahasan Badan Anggaran DPRD Provinsi Jawa Barat terkait Raperda tentang perubahan APBD Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2017, di antaranya dalam hal pendapatan, dalam perubahan APBD Tahun Anggaran 2017 sebesar Rp31, 367 triliun lebih. Terdapat kenaikan Rp826,801 juta lebih (2,71 persen) dibandingkan APBD murni tahun anggaran 2017 sebesar Rp30,540 triliun lebih. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp17,121 triliun lebih, meningkat Rp596,946 miliar lebih (3,61 persen) dibandingkan APBD murni tahun anggaran 2017 sebesar Rp16,524 triliun lebih.

Kemudian, Dana Perimbangan Rp14,109 triliun lebih, meningkat Rp122,589 miliar lebih (0,88 persen ) dibandingkan APBD murni tahun anggaran 2017 sebesar Rp13,987 triliun lebih.
Juga lain-lain pendapatan yang sah Rp139,956 miliar lebih, meningkat Rp107,265 miliar lebih (361,28 persen) dibandingkan APBD murni tahun anggaran 2017 sebesar Rp29,960 miliar.
Di Belanja Daerah, pada perubahan APBD TA 2017 yaitu Rp34,349 triliun lebih, meningkat Rp1,920 triliun lebih (5,92 persen) dibandingkan APBD murni tahun anggaran 2017 sebesar Rp32,429 triliun lebih.

Di sektor pembiayaan, pada perubahan APBD TA 2017 penerimaan pembiayaan yang bersumber dari SILPA tahun anggaran 2016 sebesar Rp3,343 triliun lebih, terdapat peningkatan Rp1,143 triliun lebih (52 persen) dibandingkan APBD murni tahun anggaran 2017 sebesar Rp2,200 triliun. (B-002)***