Aprindo: Angka Transaksi Lebaran di Jabar Signifikan

12
Aprindo: Angka Transaksi Lebaran di Jabar Signifikan

Bisnis Bandung, (BB) —- Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia Dewan Pimpinan Daerah Jawa Barat  (Aprindo)   DPD Jawa Barat,  Yudi Hartanto SE., MM mengemukakan, relaksasi kegiatan ekonomi yang diberikan pemerintah pada seluruh sektor kegiatan usaha sejak awal Ramadhan telah menunjukan hasil positif bagi pelaku usaha ritel.

Hal ini terlihat semakin hari semakin meningkat jumlah kunjungan konsumen ke semua toko ritel. Menurut informasi dari beberapa format ritel, lonjakan pengunjung menjelang hari raya Idul Fitri masih akan terjadi pada format department store. Untuk format supermarket dan hipermarket puncak penjualan sudah terjadi pada awal bulan atau akhir minggu lalu.

Yudi Hartanto mengatakan, rata-rata customer unit untuk semua format ritel pada sesi lebaran tahun ini dibandingkan dengan sesi lebaran tahun lalu adalah sekitar 40% lebih tinggi.  Diketahui pada sesi lebaran tahun lalu banyak mall atau pusat perbelanjaan yang dihentikan operasinya selama PSBB sehingga berimbas pada penjualan ritel, terutama pada format department store.

Sedangkan tahun ini masyarakat sudah lebih berani beraktivitas dan semua kegiatan usaha diperbolehkan beroperasi. Ditambah dengan program vaksinasi lebih gencar dilaksanakan oleh Pemerintah sedikit banyak meningkatkan keberanian masyarakat untuk mengunjungi toko ritel baik untuk memenuhi kebutuhan pokoknya maupun kebutuhan sekunder.

Liburan sesi lebaran dijadikan kesempatan bagi masyarakat untuk membeli kebutuhan sekunder yang tertahan selama setahun terakhir sejak pandemi Covid-19 menerpa seluruh lapisan masyarakat. Jika diperhatikan peningkatan tertinggi ada di format toko pakaian dengan semakin hari semakin meningkatnya jumlah pengunjung yang rata-rata menghabiskan waktu satu jam kunjungan.

Persediaan barang, baik kebutuhan pokok maupun kebutuhan sekunder sudah jauh hari diantisipasi oleh semua toko ritel. Umumnya sejak bulan Februari toko ritel sudah menyiapkan persediaan barang yang cukup untuk menghadapi sesi lebaran tahun ini.

Namun ada beberapa toko ritel yang tetap bersikap konservatif dalam menyiapkan persediaan barang dagangnya sehingga seminggu menjelang lebaran sudah ada beberapa komoditi yang habis, misalnya beberapa merek kue kaleng dan sirup sudah sold out. Untuk barang seasonal yang habis walaupun masih ada waktu untuk melakukan pemesanan kepada distributor atau prinsipal, toko ritel lebih memilih tidak melakukan restock, namun toko ritel lebih mengupayakan penjualan barang substitusi yang sejenis. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir retur barang yang tidak terjual.

Orang nomor satu di Aprindo Jabar ini menegaskan, kebijakan pemerintah daerah masih mengikuti peraturan bupati atau peraturan walikota yang sudah ada. Dimasa libur lebaran, ada beberapa pelonggaran jam operasional yang menambah jam operasional toko ritel, namun tidak melebihi jam 22.00 WIB.

Umumnya toko ritel tetap beroperasi hingga maksimal jam 21.00 WIB. Jam operasional yang berlaku saat ini sudah cukup memadai untuk mengakomodir kebutuhan baik toko ritel maupun masyarakat umum. “Bertepatan dengan hari raya Idul Fitri, umumnya toko ritel tetap beroperasi seperti biasa, namun ada beberapa toko ritel yang menggeser jam buka toko menjadi lebih siang untuk memberikan kesempatan karyawan melaksanakan ibadah dan bersilahturahmi bersama keluarganya”, tegasnya kepada Bisnis Bandung , Senin (10/5/2021) di Bandung.

Sejak pemberlakuan PSBB dan PPKM sudah ditentukan bahwa kapasitas toko adalah maksimal 50% dari rata-rata jumlah pengunjung normal. Jika jumlah pengunjung dalam waktu bersamaan telah mencapai kapasitas 50%, maka pengusaha ritel yang tergabung kedalam Aprindo memohon pengertian dari pelanggan untuk menunggu diluar toko.

Pembatasan juga dapat dilakukan melihat kondisi kapasitas area parkir. Jika area parkir telah penuh, petugas Satgas Covid19 baik dari internal toko ritel maupun dari Pemerintah berwenang untuk menutup akses masuk parkir. Bahkan aparat Kepolisian dapat menutup jalan menuju toko atau pusat perbelanjaan tersebut jika kapasitas parkir sudah tidak memadai. (E-018)***