Aprindo Jabar Targetkan Transaksi Kenaikan 30 % Dibandingkan Tahun Lalu

3
karyawan toko swalayan

BISNIS BANDUNG— Hingga saat ini vaksinasi Covid-19  bagi karyawan toko swalayan yang tergabung dalam wadah Aprindo Jawa Barat relatif lambat.  Untuk beberapa kota dan kabupaten  baru mencapai 13%, namun masih banyak juga kota dan kabupaten lain yang belum ada sama sekali.

“Jumlah karyawan toko swalayan di Jawa Barat mencapai 80.000 orang yang kami harapkan bisa mendapatkan program vaksinasi Covid-19 oleh masing-masing pemerintah kabupaten/kota. Kami memprioritaskan vaksinasi bagi karyawan toko swalayan yang benar-benar melayani publik, misalnya staf lapangan, pramuniaga dan kasir,”  jelas Ketua DPD  Asosiasi Pengusaha  Ritel Indonesia (Aprindo) Jabar, Yudi Hartanto SE,MM kepada Bisnis Bandung, Senin (19/4/2021).

Mereka itu  banyak bersentuhan langsung dengan pelanggan di toko, apalagi menjelang sesi Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri yang kami perkirakan akan melonjak jumlah pengunjung ke toko swalayan. Di samping itu, masih banyak petugas publik dan lansia yang lebih berisiko terpapar virus Covid-19 serta kemampuan penyediaan vaksin oleh pemerintah pusat juga masih terbatas, sehingga  pihaknya tidak menargetkan kapan vaksinasi bagi karyawan toko swalayan selesai.

Yudi berharap dengan secara berkala pemerintah daerah mau memberikan vaksinasi bagi karyawan toko swalayan karena dengan demikian rencana atau program menggerakan kembali roda perekonomian akan bisa semakin berakselerasi dengan cepat”

Diakuinya, beberapa toko swalayan yang karyawannya telah menerima vaksinasi Covid-19 akan lebih baik di mata masyarakat atau pelanggan. Maksudnya tingkat kepercayaan pelanggan untuk mengunjungi toko swalayan tersebut akan makin meningkat dan pada akhirnya tercipta efek bagi operasional toko dalam meningkatkan penjualan. Diketahui,  sektor perdagangan khususnya beberapa toko swalayan telah mengalami penurunan penjualan dan kerugian cukup dalam pandemik Covid-19 ini.

Antusiasme semua lapisan manajemen dan karyawan toko swalayan sangat tinggi dalam mendapatkan vaksinasi Covid-19 program pemerintah ini. Selama beberapa kali pelaksanaan vaksinasi, belum pernah ada penolakan dari karyawan toko swalayan. Seratus persen kuota vaksinasi yang diberikan selalu berhasil disuntikan kepada karyawan, jika ada yang gagal screening selalu ada calon peserta lain yang bisa menggantikan posisinya.

“Kami selalu berpesan kepada para karyawan toko swalayan yang mengikuti program vaksinasi bahwa vaksin bukan satu-satunya jalan untuk memutus pandemi Covid-19, tetapi pelaksanaan protokol kesehatan secara ketat masih menjadi kewajiban utama untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, ” ujarnya.

Orang nomor satu di Aprindo Jabar ini mengutarakan, menjelang bulan suci Ramadhan Aprindo sudah berkomunikasi dengan pemerintah daerah, bahwa diperlukan suatu diskresi jam operasional, khususnya untuk jam buka toko. Saat ini masih banyak pemerintah kota atau kabupaten yang mengharuskan beroperasi mulai jam 10.00 hingga jam 21.00 WIB. Alangkah baiknya jika diperkenankan untuk mulai lebih pagi, demi kenyamanan masyarakat yang ingin memperoleh kebutuhan sehari-harinya. Aprindo Jabar berharap jam operasional bisa mulai jam 07.00 WIB.

Masyarakat tidak perlu khawatir atas kecukupan bahan pangan kebutuhan pokok, karena sejak bulan Maret semua toko sudah menyiapkan persediaan untuk menghadapi lonjakan kebutuhan menjelang bulan Ramadhan ini. Untuk beberapa komoditi memang tercatat ada penurunan di toko swalayan, namun dari supplier memastikan pesanan tetap dapat dipenuhi dari persediaan di gudang mereka. Sejauh ini harga kebutuhan pokok masih tercatat stabil, baik beras, minyak goreng dan kepokmas lainnya.

Melihat data seminggu terakhir hingga saat ini belum ada lonjakan kenaikan harga jual, hanya daging ayam saja yang menunjukan grafik kenaikan harga sekitar 8% dibandingkan minggu lalu.

Penjualan sesi Ramadhan dan Idul Fitri pada tahun 2020 yang lalu terjadi pertumbuhan negatif dibandingkan dengan 2019. Untuk tahun ini Aprindo berharap paling tidak ada kenaikan 30%   dibandingkan tahun lalu. Namun toko swalayan rata-rata masih belum terlalu berani menyediakan stok baran seperti festive season yang sudah-sudah sebelum pandemi Covid-19. Manajemen toko swalayan masih ada rasa trauma dengan kejadian bulan puasa dan lebaran tahun lalu, banyak sekali barang seasonal yang harus diretur atau dijual rugi. Namun kuartal kedua tahun ini prediksi akan lebih baik dibandingkan tahun lalu.

Melihat data kenaikan jumlah pengunjung dari bulan ke bulan, Aprindo Jabar mempunyai keyakinan bahwa masyarakat sudah siap untuk lebih berani mengunjungi toko swalayan dan melakukan aktivitas belanja lebih lama di toko. Aprindo mendorong toko swalayan tetap mengedepankan pelaksanaan protokol kesehatan untuk menjaga tingkat kepercayaan masyarakat yang semakin tumbuh. Program promosi yang dilakukan dalam toko hendaknya tidak menyebabkan terjadinya kerumunan pengunjung.(E-018)***