Aprindo Jawa Barat: Panic Buying Warga Kota Bandung Borong Kebutuhan

8

BISNIS BANDUNG — Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (DPD Aprindo)  Jawa Barat, H.Hendarta,SH, MM mengungkapkan, sejak kaluarnya  surat edaran Walikota Bandung mengenai waspada virus corona, masyarakat diimbau tidak mengunjungi keramaian dan tetap di rumah. Masyarakat nampaknya menyikapi dan menanggapi dengan siaga persediaan  barang-barang kebutuhan sehari-hari sebagai persediaan  jika kondisi  tidak memungkinkan bepergian keluar rumah.

“Masyarakat mestinya tetap tenang dan berbelanja sesuai kebutuhan  secukupnya. Puncak transaksi panic buying terjadi  hari ini (15/03/20), sejak kemarin SE Walikota viral, masyarakat merespon dengan berjaga-jaga berbelanja barang kebutuhan sehari-hari”, ungkapnya kepada Bisnis Bandung (BB), di Bandung.

Dikatakan H.Hendarta, aksi borong sejumlah komoditas bahan pangan/kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas), terjadi Minggu sore (15/03/20). Di beberapa supermarket,  ramai dikunjungi masyarakat yang berbelanja kebutuhan pokok yang bisa tahan lama disimpan , seperti mie instant . Kenaikan permintaan kebutuhan pokok masyarakat  mencapaii 30%. Di pasar modern anggota Aprindo ada beberapa komoditas yang langka dan mengalami kenaikan harga seperti gula putih, bawang bombay dan cabai merah.

Di Jawa Barat Aprindo melansir, masyarakat yang  berbelanja dalam jumlah besar terjadi di Kota Bandung, seusai diumumkan oleh pemerintah mengenai bertambahnya penderita terkena virus .

“Kondisi seperti sekarang, persaingan antar sesama ritel begitu ketat,  para pelaku usaha berusaha untuk menarik konsumen dengan penawaran produk dan harga yang menarik, namun tentu saja dengan memperhatikan etika bisnis. Artinya jangan sampai pelaku usaha memanfaatkan momentum mewabahnya virus Corona untuk meraup keuntungan semata,” ujar Hendarta. (E-018)***