Aprindo Memproyeksikan Angka Penjualan di Momen Natal Dan Tahun Baru Naik 30 Persen

11
Aprindo Memproyeksikan Angka Penjualan di Momen Natal Dan Tahun Baru Naik 30 Persen

BISNIS BANDUN–  Dewan Pimpinan daerah Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (DPD Aprindo)  Jabar memproyeksikan menjelang liburan Natal dan Tahun Baru dalam bulan Desember ini akan ada peningkatan di atas 30% dibandingkan penjualan November.

Yudi Hartanto mengatakan, sebelum terjadinya pandemi covid19, Aprindo telah menetapkan target pertumbuhan sebesar 10% dan angka ini realistis jika melihat realisasi pertumbuhan tahun 2019 sebesar 8%. Namun sebagaimana yang  dirasakan bersama, situasi dan kondisi perekonomian di Indonesia khususnya selama PSBB ketat mau PSBB AKB, pergerakan masyarakat dan daya beli yang rendah telah menjadi hambatan besar dalam menjalankan roda perekonomian.

“Kami sebagai pelaku usaha di sektor rill sangat tergantung dengan kemampuan atau daya beli rumah tangga. Untuk itu setelah melihat data penjualan Q1-Q3 tahun ini, kami memperkirakan hanya dapat tumbuh sekitar 2% saja di Jawa Barat. Angka ini tentu tetap kami syukuri setelah merasakan bagaimana beratnya kondisi penjualan ritel tahun ini.

Namun perkiraan pertumbuhan positif ini tidak akan terjadi pada format department store karena department store kehilangan omzet beberapa bulan saat PSBB, ” ungkap Ketua DPD Aprindo Jabar, Yudi Hartanto, SE MM  kepada Bisnis Bandung (BB),  Selasa (22/12/2020).

Penurunan angka penjualan/transaksi tahun ini dibandingkan tahun lalu, disebabkan karena turunnya daya beli masyarakat. Masyarakat cenderung hanya belanja sesuai dengan kebutuhan pokoknya sehari-hari sehingga barang-barang sekunder yang berhubungan dengan season Natal dan Tahun Baru turun drastis penjualannya.

Selain itu kontribusi belanja masyarakat menengah ke atas yang masih menahan belanja terutama barang seasonal Natal dan Tahun Baru turut menekan penjualan bulan ini. Perubahan pola belanja masyarakat yang hanya membeli kebutuhan pokok terjadi di seluruh kota. Masyarakat menengah ke  atas juga menahan pembelian barang sekunder, hal ini dapat kita lihat bagaimana turunnya penjualan barang mewah yang hampir merata di semua daerah.

Baca Juga :   KPK Temukan Masalah Pada Kartu Prakeja Keterlibatan Perusahaan Tanpa Mekanisme

Ia menyebutkan saat ini toko ritel masih berusaha keras untuk meningkatkan penjualannya dengan melakukan promosi diskon harga, terutama di toko/ritel yang berada di mal atau pusat perbelanjaan, terutama department store. Promosi diskon yang dijalankan sudah dimulai sejak bulan Oktober dan masih terus akan berlangsung hingga Tahun Baru 2021.

Namun berhubung pembatasan kapasitas pengunjung yang berlaku di mal dan masih adanya kekhawatiran masyarakat untuk mengunjungi tempat keramaian, juga dikarenakan department store banyaknya berada didalam mal, menyebabkan promosi diskon yang dilakukan oleh toko ritel tetap tidak dapat mencapai target penjualan yang diharapkan. Beberapa anggota Aprindo juga berusaha menjangkau customer-nya dengan cara menawarkan penjualan online, minimal menginformasikan program diskon apa saja yang sedang berlangsung di toko.

Setiap toko ritel anggota Aprindo mempunyai perhitungan kebutuhan persediaan barang dagang masing-masing outletnya. Dengan metode FIFO dan informasi ketersediaan barang, toko ritel dapat menjamin kualitas setiap produk yang dipajangnya. Kemudiaan secara rutin selalu dilakukan penyisiran terhadap kondisi barang dagang sekaligus merapikan rak pajangan. Dalam masa pandemi covid19 ini juga kami selalu mengingatkan kepada setiap anggota Aprindo untuk menjaga higinitas dan melakukan disinfektasi setiap hari pada peralatan dan area-area publik yang banyak disentuh pengunjung. “Tentu kita berharap fungsi pengawasan dan pemeriksaan dari Satgas Pangan Kepolisian yang akan membantu mengawasi dan menindak setiap oknum yang melakukan penimbunan secara tidak wajar atas barang kebutuhan pokok”

Koordinasi antara pemerintah dengan pemerintah, adalah memantau persediaan barang kebutuhan pokok masyarakat secara rutin. Hal ini dilakukan dengan meminta data persediaan barang kebutuhan pokok dari setiap anggota Aprindo Jawa Barat sehingga dapat dipantau kewajaran persediaan setiap toko ritel. Aprindo berharap bantuan tunai dari pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan dapat dilanjutkan paling tidak hingga akhir kuartal pertama tahun 2021.  (E-018)***

Baca Juga :   Langgeng Trotoar untuk Pejalan Kaki Dikuasai Kepentingan lain