Arip – Menjalankan Amanah Sesuai Kemampuan

193

Bagi Arip, yang lahir di Lebak Banten 21 Oktober 1995, menjadi Sekjen Saung Tani Institute yang merupakan jabatannya sekarang, merupakan suatu hal tidak pernah terpikirkan olehnya sebelumnya. Namun, ketika senior-senior dan teman-teman memberikan amanat ini kepadanya, ia pun mencoba untuk menerima amanat ini sesuai dengan kemampuannya. Arip menjabat sebagai Sekjen Saung Tani dalam masa bakti 2018-2020. Arip memang sudah aktif di Saung Tani sejak organisasi ini berdiri, karena selain berkaitan dengan isu-isu kampus, juga berhubungan dengan permasalahan pertanian di Indonesia.

“Kita ikuti sejak dari pengkajian hingga ikut berkontribusi dalam mengawal isu ini, dengan cara turun langsung ke petani. Kita juga melakukan audiensi kepada pemerintah, bahkan dengan aksi turun ke jalan.

Selain itu, kita juga sering memberi penyuluhan yang terkait dengan bidang pertanian kepada petani, seperti inovasi terbaru di bidang pertanian, juga penyuluhan-penyuluhan lainnya yang berhubungan dengan pertanian ,” tutur Arip.

Sebelum menjadi Sekjen, Arip sudah menjadi pengurus aktif di Saung Tani sejak tahun 2015. Sekjen Saung Tani baru dijabatnya selama 2 tahun. Menjabat sebagai Sekjen Saung Tani mempunyai keunikan tersendiri, karena menjadi Sekjen Saung Tani mempunyai tugas yang berbeda dengan Sekjen organisasi lain, karena Saung Tani bukan organisasi tetapi, namun hanya rumah tempat mahasiswa Faperta (Fakultas Pertanian) berkumpul dan berdiskusi terkait pertanian. Saat ini Saung Tani memiliki lebih dari 500 orang anggota, dan terbanyak berasal dari Provinsi Banten.

“Banyak pengalaman yang saya dapat, mulai dari mengisi acara di kampus-kampus, serta di kelompok masyarakat lainnya. Pengalaman yang paling menarik adalah, ketika saya bisa berbagi pengalaman dengan masyarakat tani. Pengalaman ini belum pernah saya dapatkan di tempat-tempat sebelumnya. Manfaat yang saya dapatkan dari aktifitas di Saung Tani adalah, bisa menambah ilmu, pengalaman dan relasi baru,” ungkap Arip.

Sebelum menjadi Sekjen Saung Tani, Arip juga pernah aktif di Himagri Untirta (Himpunan Mahasiswa Agribisnis Universitas Sultan Ageng Tirtayasa) pada tahun 2016, sebagai Staf Muda Kastrad (Kajian strategi dan advokasi). Ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Faperta Untirta pada tahun 2017, juga anggota kaderisasi BEM Faperta Untirta 2018, Sekbid Kastrad DPW 2 Popmasepi 2015-2017, Ketua DPW 2 Popmasepi 2017-2019 serta Pendiri Saung Pustaka.

“Saya menerima untuk menjadi Sekjen Saung Tani, karena bagi saya, ketika amanah sudah di berikan, maka saya harus jalankan dengan sebaik baiknya,” ucap Arip.

Untuk meningkatkan kualitas diri dan profesinya, Arip selalu berusaha mengembangkan eksistensi komunitas diri dan jejaring organisasi, selain juga giat di media sosial, dan terus eksis di lini bawah, yaitu masyarakat.

Menurutnya, ini juga yang harus dilakukan untuk menguatkan eksistensi Saung Tani.

“Karena Sekjen Saung Tani berbeda dengan Sekjen yang lain, saya berusaha agar bagaimana anggota Saung Tani juga jauh berbeda pola pikirnya dari mahasiswa pada umumnya,” tegasnya.

Ia pun memaparkan, ada beberapa program jangka pendek, menengah dan jangka panjang yang akan digulirkan di bawah kepengurusannya, seperti : turun langsung ke masyarakat, menjual produk pertanian hasil tanam mahasiswa pertanian, bercocok tanam, budidaya ikan dan berternak ayam, serta selalu melakukan diskusi dan aksi. “Dengan bergabung di Saung Tani, mahasiswa akan memperoleh manfaat dalam mencerdaskan SDM serta untuk investasi sosial,”. (E-018)*