Awal Penyebaran Covid 19 Minimnya Informasi Pencegahan Dan Penanggulangan

12

BISNIS BANDUNG — Ketua Program Studi Kesejahteraan Sosial Universitas Padjadjaran (Unpad), Dr. Risna Resnawaty, S.Sos., MP mengutarakan, sebaran virus Corona  terbilang sangat cepat, dalam hitungan waktu satu dua hari suspect yang terkena corona  meningkat dua sampai tiga kali lipat. Pada awalnya penyebaran ini disebabkan minimnya informasi mengenai apa dan bagaimana cara virus ini menyebar dan bagaimana pencegahan maupun penanggulangannya.

Menurut Dr. Risna Resnawaty, S.Sos., MP , hal serupa itu diakui pemerintah Italia mengaku menyesali terlambat dalam penanganan corona yang mengakibatkan jumlah terjangkit virus corona di negaranya dalam tempo dua hari naik dua kali lipat. Dampak sebaran virus ini menyebabkan kepanikan dari berbagai pihak. Kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak orang, lawatan dalam dan luar negeri hampir di semua sektor dibatalkan. Meski beberapa ahli mengemukakan, bahwa sebaran virus ini tidak sebesar penyakit malaria pada tahun 50-an, namun belum adanya obat yang dapat menyembuhkan virus ini menyebabkan hampir semua orang ketakutan. Dampak lainnya , kegiatan perekonomian  terhambat , termasuk kegiatan diskusi, negosiasi dan proses berbagai agreement undurkan jadwalnya. Demikian pula pada sektor pendidikan, beberapa kampus menghentikan kuliah tatap muka dan kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah dilakukan dengan belajar jarak jauh per- 16 Maret 2020 sampai waktu yang belum ditentukan. Dampak lain adalah terjadinya panic buying, karena masyarakat mengantisipasi terhambatnya pasokan bahan pangan di pasaran. Selain itu masyarakat  saat ini menghindari pusat-pusat keramaian.

Dikemukakan Risna , pemerintah di beberapa wilayah telah melakukan antisipasi penyebaran (preventive/pencegahan), misalnya dengan sosialisasi gerakan hidup sehat, anjuran memakai masker bagi yang batuk pilek dan melakukan upaya curative dengan menyisir warga yang mengalami symptom untuk segera ditangani oleh institusi kesehatan. “Menurut hemat saya, dengan adanya data sebaran yang jelas di beberapa wilayah KLB justru menandakan pemerintah telah memiliki rencana penanggulangan dan masyarakat sekitar menjadi semakin menjaga agar dirinya tidak terpapar virus” ungkap Risna  kepada BB yang menghubunginya,  Senin (30/3/20) di Bandung.

Pembatasan orang untuk melakukan kunjungan keluar negeri maupun yang masuk dari luar negeri untuk kepentingan rekreasional atau hal yang tidak urgent nampaknya telah dilakukan, sebab biar bagaimanapun salah satu penyebab penyebaran virus ini adalah mobilitas penduduk. Pembatasan kunjungan ke dalam negeri dapat dilakukan hanya pada hal-hal yang benar-benar tidak dapat dilakukan secara online, seperti penandatanganan agreement atau peninjauan investasi. hanya sejauhmana pembatasan dan bagaimana SOP- nya, ini yang perlu dipertegas dan diperjelas oleh pemerintah melalui kebijakan. “Kebijakan lockdown yang dilakukan sejumlah negara tentu akan berimbas sementara pada hubungan bilateral antara Indonesia dengan negara bersangkutan. Pembatasan kunjungan dan menerima kunjungan pada kondisi sekarang sangat perlu dilakukan. Setiap keputusan tentu memiliki konsekuensi, kebijakan lockdown di China  terbukti menekan angka penyebaran virus dengan signifikan, demikian pula dengan bila tidak menerapkan lockdown, apakah pembatasan yang sekarang dilakukan pemerintah dapat dilakukan secara disiplin dan tegas. pemerintah harus segera menanggapi dan mempertimbangkan hal ini,”tutur Risna

Menurut Akademisi Unpad ini, pada wilayah yang KLB corona, beberapa aktivitas pada berbagai dimensi kehidupan akan terpengaruh, bahkan mungkin akan terhenti sesaat. “Pada dasarnya manusia adalah makhluk yang cerdas dan pandai beradaptasi, seiring dengan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan dan penanganan penyebaran virus, berbagai aktivitas akan mulai berjalan kembali meski tidak langsung normal,” pungkas Risna. (E-018)***