Awalnya Kedatangan Rizieq Dianggap Kecil Dan Gak Penting Fahri : Negara Kaget Dengan Fenomena Yang Terjadi

674

BISNIS BANDUNG – Wakil Ketua Umum DPP Partai Gelora Fahri Hamzah menyebut, langkah pencopotan dua kapolda dan pemanggilan Anies Baswedan oleh Polri sebagai bentuk salah tingkah karena negara  tidak mampu mengantisipasi kedatangan beradaan Habib Rizieq saat kembali ke tanah air.

Kegiatan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab yang menimbulkan kerumunan massa menjadi polemik panas dalam beberapa hari belakangan. Buntutnya Irjen Pol Nana Sujana dan Irjen Pol Rudi Supahriadi dicopot dari jabatan Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jawa Barat. Bahkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hari ini dipanggil Polri untuk dimintai keterangan terkait pelanggaran protokol kesehatan dalam kegiatan Habib Rizieq.

Ditegaskan Fahri , langkah pencopotan dua kapolda dan pemanggilan Anies Baswedan oleh Polri adalah sebagai bentuk salah tingkah negara karena tidak mampu mengantisipasi keberadaan Habib Rizieq saat kembali ke tanah air.
Menurutnya, negara kaget dengan fenomena yang terjadi. Padahal, menurut Fahri, negara memiliki fungsi deteksi dan motivasi. Jangankan aksi kegiatan, cuaca dan bencana alam saja bisa diterka oleh negara.
“Awalnya dianggap kecil dan gak penting. Ternyata massa membludak. Lalu nyalahin yang datang dan memecat petugas keamanan. Negara itu punya fungsi deteksi dan mitigasi. Jangankan demo, cuaca dan bencana aja bisa diterka. Jadi negara gak boleh kaget dan salah tingkah dong,” cuit Fahri di akun Twitter-nya, @Fahrihamzah, yang dikutip, Selasa 17 November 2020. (B-003)***