Awi Setiyono : Menjembatani Djoko Tjandra Anita Kolopaking Mengajukan Prapeladilan Atas Penahanannya

1026
Awi Setiyono : Menjembatani Djoko Tjandra Anita Kolopaking Mengajukan Prapeladilan Atas Penahanannya

BISNIS BANDUNG – Pengacara Djoko Tjandara, Dewi Anggraeni Kolopaking mengajukan gugatan ke pengadilan lantaran tak terima atas proses penahanannya oleh Bareskrim Polri . Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri merespons  langkah hukum pengacara Djoko Tjandara, Dewi Anggraeni Kolopaking yang mengajukan gugatan ke pengadilan atas proses penahanannya.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yowono mengklaim pihaknya tak menyoal ihwal gugatan yang diajukan Anita yang kini berstatus tersangka dalam kasus surat sakti Djoko Tjandra.

Menurut Argo, melalui praperadilan , majelis hakim lah  yang akan menguji sah atau tidaknya proses penahanan tersebut.

“Penahanan kewenangan penyidik, kalau memang tidak terima dengan penahana silakan saja diuji sah tidaknya penahanan di sidang praperadilan,” kata Argo kepada wartawan, Senin pekan ini.

Sebelumnya Tim Advokat Pembela Anita Kolopaking  secara resmi telah mengajukan gugatan praperadilan terhadap Bareskrim Polri atas penahanan kliennya yang merupakan pengacara Djoko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra.

Juru bicara Tim Advokat Pembela  Anita Dewi Kolopaking, RM Tito Hananta Kusuma menjelaskan alasan pihaknya melayangkan gugatan praperadilan lantaran keberatan dengan penahanan Bareskrim Polri terhadap Anita Kolopaking.

“Anita Kolopaking telah menandatangani berita acara penolakan penahanan karena tidak terima dengan penahanan yang dilakukan terhadap dirinya, dan kami sudah mendaftarkan gugatan praperadilan ke pengadilan negeri terhadap upaya penahanan tersebut,” kata Tito, Minggu (9/8/2020).

Tito menilai Anita Kolopaking tidak perlu ditahan sebab kliennya bersikap kooperatif. Dia juga menjamin bahwa kliennya itu tidak akan melarikan diri dan tidak akan menghilangkan barang bukti.

“Tetapi kenapa penahanan tetap dilakukan? Jadi kami melakukan upaya praperadilan untuk menguji penetapan tersangka dan penahanan terhadap Anita Dewi Kolopaking,” ucapnya.

Dalam perkara ini, Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dit Tipidum) Bareskrim Polri memutuskan untuk menahan Anita Kolopaking selama 20 hari. Penahanan tersebut dilakukan setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap Anita Kolopaking terkait surat jalan Djoko Tjandra, pada Sabtu (8/8).

 Anita Kolopaking, pengacara Djoko Tjandra yang menjadi tersangka kasus surat jalan, resmi ditahan. Kepastian tersebut terjadi seusai penyedik Bareskrim Polri rampung memeriksa Anita selaku tersangka, Sabtu (8/8/2020) dini hari .

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Brigjen Awi Setyono mengatakan, Anita dicecar sebanyak 55 pertanyaan. Seusai pemeriksaan, Anita resmi ditahan.

Awi menjelaskan, pertanyaan yang dilayangkan kepada Anita berkaitan dengan peran dia dalam kasus Djoko Tjandra. Salah satunya adalah peran Anita selama pembuatan surat palsu.

“Ya peran yang bersangkutan dalam pembuatan surat jalan palsu dalam hal menjembatani yang  disampaikannya,  menjembatani  dalam hal apa saja, tentunya ini digali penyidik  poin per poin, waktu ke waktu. tentunya waktu kan berjalan tidak langsung jadi begitu,” ujar Awi.

Awi menerangkan, dasar penahanan tersebut lantaran Anita merupakan sosok yang menjembatani Djoko Tjandra. Salah satunya dengan membuat surat palsu.

“Pertama yang jelas peran yang bersangkutan seperti kemarin kami sampaikan yang bersangkutan selama ini menjembatani kepentinganya Djoko Tjandra dengan surat jalan palsu yang dibuat oleh BJP PU,” ungkap Awi.

Berkaitan dengan skandal kasus ‘surat sakti’ Djoko Tjandra, Anita Kolopaking resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Dit Tipidum Bareskrim Polri pada Kamis (30/7) lalu. Penetapan status tersangka dilakukan penyidik setelah memeriksa 23 saksi dan melakukan gelar perkara.

Hasilnya, Anita Kolopaking dipersangkakan telah melanggar Pasal 263 Ayat 2 KUHP berkaitan dengan pembuatan surat palsu.

Selain itu, dia juga dipersangkakan telah melanggar Pasal 223 KUHP, yakni memberi bantuan atau pertolongan terhadap Djoko Tjandra selaku buronan untuk meloloskan diri. Atas perbuatannya, Anita Kolopaking pun terancam hukuman maksimal 6 tahun penjara. (B-003) ***