BACANK MC Bandung Gelar Aksi Sosial dan Touring Pangandaran

332
BACANK MC Bandung Gelar Aksi Sosial dan Touring Pangandaran

Jalinan silaturahmiterus dilakukan oleh segenap anggota penghobi touring asal Bandung bernama Bacank (Bandung Campuran N’ Genk) Motorcycle Club (MC).

Mereka memutuskan untuk kembali menggelar touring bersama, yang dikemas dalam kegiatan “Bacank Ride to Pangandaran.

Sebagai informasi Klub Bacank ini awalnya adalah penggemar motor eks alumni Fakultas Hukum Unpar, FH Unpad, hingga  gabung dengan alumni SMP 5 Bandung, alumni SMA 5 Bandung.

“Dan karena satu pergaulan dalam perkembangannya tidak membawa alumni masing-masing. Dengan menjujung tinggi kearifan lokal dan kedaerahan klub ini kita beri nama Bacank. Sesuai Filosofinya Bacank itu enak kalau hangat, luarnya beras tapi dalemnya daging, itulah kita. Kita tidak berbicara cover, tapi kita didalemnya berbicara silaturahmi, kekompakan dan kekeluargaan,”kata, Didi Maryanto, salah satu anggota Bacank MC Bandung.

Sebanyak 100 anggota Bacank dengan berbagai kalangan profesi ikut andil dalam touring yang titik awalnya berkumpul di kawasan Limbangan Kabupaten Garut dan perjalanannya langsung menyusuri kawasan Malangbong, Ciawi, melewati Jembatan Cirahong, Ciamis, beristirahat sejenak di kota Banjar sekaligus melaksanakan sholat Jumat.

Ditempat ini, para anggota Bacank membagikan makanan, masker dan juga handsanitizer.

Kemudian perjalanan dilanjutkan dengan kondisi jalan yang bagus, panjang dengan kontur naik-turun dan berkelok-kelok.

Perjalanan Ulin momotoran bareng yang menempuh jarak 200 Kilometer ini berakhir di kawasan wisata Pantai Pangandaran.

“Touring ini selain digelar dalam rangka ajang silaturahmi antar anggota dan juga sekaligus ingin menepis semua anggapan negatif dan image bikers dimata masyarakat yang dikenal dengan arogan. Dalam kegiatannya kami tetap mengutamakan protokol kesehatan dan juga tertib berlalu lintas,”ujar, Iwan (Ibo), yang didaulat sebagai ketua pelaksana dalam touring kali ini.

Mereka mengklaim bahwa “bikers bacank itu someah (ramah), nurut ka indung bapa (nurut sama ibu-bapa), sopan kasasaha (sopan santun sama siap saja), sieun ku hujan (takut sama hujan), jeung sieun ku pamajikan (dan takut sama istri).

Setelah tiba dan berkumpul di Pangandaran, seluruh bikers beristirahat sambil menikmati sajian makan malam dan hiburan musik, dan mengikuti sesi games serta pembagian hadiah doorprize.

Keesokan harinya segenap anggota Bacank MC Bandung berinisiatif melakukan penanaman pohon serta menyumbangkan tong sampah yang akan diletakan dibeberapa titik sekitar kawasan wisata Pantai Pangandaran, sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan agar tetap terjaga keasriannya.

“Ini menarik, karena tak sekadar riding dan menepis semua anggapan miring bikers itu musuh masyarakat. Bikers itu tidak arogan,selalu berbagi dan someah dijalan, kita juga melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan ke depannya, serta konsisten menjaganya,” kata Herdimansyah Chairdirsyah, salah satu anggota Bacank yang berprofesi sebagai notaris.

Sebanyak 1000 bibit pohon yang disumbangkan disambut baik oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Pangandaran Tonton Guntari mengatakan, sangat bersuka hati menerima kedatangan dari teman-teman dari komunitas Bacank MC Bandung yang sudah peduli terhadap Pangandaran.

“Penanaman pohon ini menjadi bisa menjadi triger atau bahkan menjadi contoh bagi komunitas lainnya, bahwa jika datang ke Pangandaran tidak hanya berwisata saja, melainkan bisa memberikan sumbangsih bagi Pangandaran dalam menjaga kelestarian lingkungan,”ujar Tonton menambahkan.

Roely Panggabean yang notabene adalah pembina Bacank MC Bandung ikut bangga dan berbahagia, karena kegiatan ini merupakan ajang untuk meningkatkan tali silaturahmi antar sesama anggota, dan juga dapat mendorong serta mempromosikan  Pantai Pangandaran yang nantinya bisa meningkatkan minat kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara.

“sekali lagi Jalinan silaturahmi dan persaudaraan antar komunitas akan terus dibina dan sering dilakukan kegiatan touring bersama. Diharapkan kita bisa lebih dekat dengan masyarakat dan menepis semua image negatif tentang bikers, dan kita dapat bersinergi dengan pemerintah,”kata, Roely Panggabean yang akrab disapa Bang Bey, mengakhiri obrolan.(E-002)***