Baku Tembak Antar Gangster Di Hutan Pinus Menghentikan Perjalanan Kami

215

Perjalanan dari Kota Billings menuju Bismark ,  terhenti kurang lebih satu jam karena ada baku tembak antar gangster  yang terjadi di daerah hutan pinus. Suasana sangat mencekam, desingan peluru yang dimuntahkan senjata dua kubu gangster  yang “bertempur” menghinggapi para pengendara yang  melintas di kawasan tersebut yang  dihentikan perjalanannya oleh polisi. Kami yang menggunakan sepeda motor Harley Davidson untuk menghadiri HUT Harly Davidson  , hanya berdoa  kepada Allah agar  diselamatkan dari bencana yang menghadang  perjalanan kami. Selain  menggunakan mobil , polisi juga menggunakan helikopter melakukan upaya menghentikan baku tembak. Setelah melihat polisi banyak berdatangan, kelompok gangster yang berseteru melarikan diri menggunakan mobil masing-masing. Mereka tampaknya ketakutan  berhadapan dengan para penegak hukum.

Waktu itu , saya dengan Daniel , berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta tujuan Los Anggeles.  Tiba di LA , sekitar pukul 08.00 waktu setempat , di kota ini kami menginap semalam  sebelum melanjutkan perjalanan ke San Fransisco dengan jarak tempuh kurang lebih 740 kilometer.  Selama perjalanan menuju San Fransisco , kami melintasi daerah pantai dan bukit  hutan pinus yang memiliki pemandangan indah. Saat melaju jalan yang berdampingan dengan pantai, terlihat puluhan anjing laut berada di hamparan pasir laut. Dalam perjalanan menuju San fransisco , kembali kami  harus menghentikan laju kendaraan. Kali bukan karena ada baku tembak antar gangster . Tapi rombongan beruang tengah menyeberang jalan. Memang  sebelum memasuki kawasan yang menjadi tempat melintas beruang  , terdapat rambu-rambu yang mengingatkan para pengendara  agar berhati-hati, karena jalanan sering dilewati sekelompok beruang. Tidak diperkenankan membunyikan klakson , karena beruang akan terkejut dan menyerang. Saya, ngeri melihat beruang yang besarnya  segede sapi. Bahkan ada salah satu beruang yang “mendengus” dalam posisi berdiri, tingginya kira-kira dua meter. Selain kelompok beruang, juga srigala yang satu kelompoknya antara lima sampai 10 ekor. Tapi melihat srigala yang melintas , tidak sengeri saat melihat kelompok beruang. Kami berhenti istirahat , setiap jarak tempuh kurang lebih sudah mencapai 300 kilometer. Udara dingin (sekira 16 derajat celsius) dan angin kencang , kami banyak minum ditambah makan roti   . Setelah menempuh perjalanan selama 12 jam , kami tiba di San Fransisco sekitar pukul 20.00 waktu setempat .

Di San Fransisco, kami tidur  di hotel  (kawasan) Golden Gate Area. Di daerah ini, kami sempat berwisata untuk melihat   penjara Al Caltras yang kesohor ke seluruh dunia, karena dijadikan penjara bagi narapidana kelas “hiu”  .

Perjalanan hari kedua, dari San Fransisco menuju Eugene sejauh kurang lebih 1000 kilometer. Laju kecepatan motor kami  antara 100 – 150 kilometer/jam dengan terpaan angin sangat kencang . Para pengendara  di daerah ini sangat tertib. Hingga kami bisa memacu kecepatan , tidak riskan oleh adanya pengendera  yang membawa kendaraannya “guluang –galeong” mendahului dari kiri atau ulah  pengendara yang bisa mencelakakan  pengendara lain . Menuju Eugene , kami melintasi penggunungan  dengan lajur jalan naik turun. Tiba di Eugene sekitar pukul 21.00 setelah menempuk waktu perjalanan selama 14 jam. Di kota  kecil ini , kami menginap di rumah perkampungan penduduk yang biasa disewakan  seharga 97US$/malam atau  jika tidak kebagian  rumah (kamar) , bisa  menyewa tenda yang  disediakan penduduk setempat dengan tarif 16 US$ . Perjalanan masih berlanjut, dari Eugene  kami menuju Spokane (500 km) , kemudian menuju Kota Billings , daerah yang memiliki hutan lindung dengan suhu udara sekira 15 derajat celsius. Daerah ini banyak hidup ular berbisa . Pemerintah setempat banyak menempatkan papan pengumuman berisi himbauan , agar  pengendara tidak berhenti di sembarang tempat sekitar hutan lindung untuk menghindari patukan ular berbisa. Perjalanan menuju Billings yang wilayahnya tidak lebih besar dari Kota Cianjur , paling melelahkan, walau jalannya lurus, tapi jarang SPBU. Berlanjut menuju Bismark, sejauh kurang lebih 600 kilometer. Di Kota Bismarki banyak  orang Indonesia yang bekerja  di kilang-kilang minyak. Kemudian menempuh perjalanan sekitar 500 kilometer , kami tiba di  South Dakota  , lokasi tempat bertemunya  mania motor Harley Davidson dari seluruh penjuru dunia atau disebut Sturgis.  Di daerah ini , kami menginap selama empat hari. Pertemuan diisi acara, antara lain kontes motor, lomba ketangkasan motor/mobil dengan hingar bingar musik yang diikuti lebih dari 500.000 mania HD. (Dudi) ***