Bandung Clothing MX Enduro Championship 2017, Balapan Enduro Makin Banyak Peminatnya

357

Kota ”Kembang” Bandung, kembali diramaikan dengan perhelatan balap Enduro. Balap ketahanan di atas sepeda motor ini dihadirkan di Sirkuit Bumi Perkemahan Kiara Payung Jatinangor Kabupaten Sumedang.

Balapan di kawasan perbukitan Gunung Manglayang ini , para pembalap enduro yang datang dari berbagai komunitas dirt bike meramaikan jalannya lomba yang bertajuk ”Bandung Clothing MX Enduro Championship 2017”. Even balap Enduro dibuat cukup menarik oleh komunitas penghobi motor garuk tanah asal Kota Bandung bernama Bikini MX yang digarap atas ide Irva Sobari bersama Atep Azka dan Fahmi CS.

Secara tidak langsung mereka turut berperan dalam upaya mengembangkan dan menjaga agar tingginya minat para enduro mania , di dunia balap bisa terus terpelihara. Kegiatan yang sangat kental dengan nuansa kompetisi ini, bertujuan untuk merangkul dan menjalin tali silaturahmi.

Kejuaraan Enduro ini terbuka untuk umum. Tercatat ada 315 starter ikut berlaga, bersaing untuk menjadi yang terbaik di 13 kategori kelas yang digelar selama dua hari penyelenggaraan. Kejuaraan Enduro mendapat rekomendasi dari Ikatan Motor Indonesia Pengprov Jabar.

”Trek alam bumi perkemahan Kiara Payung Jatinangor dibuat sedemikian rupa menjadi tempat pelampiasan hobi bermotor yang siap memacu adrenalin setiap pesertanya. Karakter trek enduro didominasi trek tanah di lingku­ngan suasana alam pegunungan. Trek didesain sesuai kontur alam berbukit naik dan turun sepanjang 2,2 kilometer disertai sejumlah handycap, kubangan lumpur yang licin serta pekat. Dalam balapan enduro kali ini kami meminimalisasi rintangan, agar terkesan lebih disesuaikan dengan kontur yang alami khas pegunungan,”kata H.Atep Azka dan Fahmi yang didaulat sebagai track master.

Sejak hari pertama, jalannya lomba sangat seru dengan persaingan ketat. Trek hari pertama , area balap cenderung kering berdebu. Menginjak waktu sore hari, hujan turun sangat deras membasahi arena sirkuit, menjadikan kondisi lintasan berubah menjadi ekstrem dan sangat licin. Di beberapa titik lintasan para pembalap harus berjibaku menghadapi tanjakan ekstrem yang menguras energi dan cukup sulit untuk dilalui.

Sehingga kru serta mekanik setiap tim yang berlaga bersiap membantu para pembalapnya yang menemui kesulitan. Menjadi sebuah momen menarik untuk diabadikan dalam sebuah bidikan lensa kamera, ketika para pembalap serta kru dan mekanik berjibaku bersama-sama membantu para pembalapnya jatuh menghadapi kesulitan. Selain itu skill, fisik yang prima, konsentrasi, dan mental pembalap menjadi kunci keberhasilan menjadi yang terbaik.

Hujan yang turun hari pertama, membuat kondisi trek hari yang kedua tidak berdebu , namun tetap basah dan licin. Beberapa peserta terjatuh ketika melewati berbagai rintangan. Jatuh bangun para offroader sudah menjadi pemandangan yang lazim ketika balapan berlangsung. Hal ini menjadi tontonan yang menghibur, sorak sorai penonton terdengar menggema saat melihat ada pembalap yang terjatuh dan motornya sulit melaju.

Hampir setiap sudut sirkuit dipenuhi para penonton yang menyaksikan langsung kepiawaian para enduro racer ketika melewati rintangan yang cukup menantang adrenalin ketika melewatinya. Mereka seolah tak kenal lelah, terus berpacu untuk mencetak waktu tempuh terbaik. Kondisi trek alam di atas lahan perkebunan ini sangat bervariasi, sehingga menjadi tanta­ngan tersendiri bagi peserta untuk dapat maksimal mengembangkan kecepatan serta mampu memperlihatkan kemampuan terbaiknya.

”Kompetisi adu ketahanan motor di atas trek tanah ini tidak akan berhenti sampai di sini saja. Kami dari komunitas Bikini MX Bandung telah menyusun agenda balap enduro selanjutnya yang akan digelar secara serial sepanjang tahun 2018 mendatang dan dikemas lebih meriah lagi,”kata H. Irva Sobarry, Ketua Bikini MX Bandung. (E-002)***