Bandung dan Yogyakarta, Pusat Gaya Hidup Kelas Menengah

508
  1. SELAIN Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta, merupakan dua kota yang dianggap sebagai episentrum gaya hidup yang membawa inspirasi dan pengaruh besar terhadap kota-kota lainnya di Indonesia.

Kedua kota tersebut juga tampil sebagai barometer dalam pengembangan pusat belanja bergenre lifestyle yang mengakomodasi kekinian kelas menengah Indonesia tanpa kehilangan roh kelokalannya.

Presiden Direktur PT Jakarta Setiabudi International Tbk, Jefri Darmadi, mengutarakan, Bandung dan Yogyakarta punya potensi besar karena dipimpin oleh wali kota yang punya visi dan misi jelas, kreatif, inovatif, dan juga mampu menciptakan stabilitas keamanan.

“Faktor keamanan yang membuat investor nyaman untuk berinvestasi. Yogyakarta misalnya, di bawah kepemimpinan wali kota sekarang dan juga peran Sultan, telah menciptakan iklim bisnis yang kondusif. Ramah investasi dan juga sangat kuat dalam memperjuangkan kearifan lokal,” tutur Jefri.

Jefri melanjutkan, kedua kota ini menawarkan peluang kepada investor untuk melebur bersama demi menciptakan episentrum-episentrum baru atau pertumbuhan bisnis baru yang tidak terkonsentrasi di satu titik, melainkan tersebar merata.

“Di Yogyakarta, pengembangan sudah mengarah ke daerah Palagan atau Jl Tentara Pelajar. Di sini banyak kampus yang memiliki ribuan mahasiswa yang berasal dari berbagai kota di seluruh Indonesia. Perubahan konsentrasi pembangunan merupakan langkah cerdas untuk menumbuhkan pusat-pusat perekonomian baru,” tandas Jefri.

Demikian halnya dengan Bandung, pergelaran Braga Night Festival atau event-event lainnya yang melibatkan partisipasi publik telah membawa kota ini kembali punya brand awareness dan identitas kuat.

“Namun, bukan berarti kota lainnya tidak bisa bertransformasi seperti Bandung atau Yogyakarta. Semarang, Medan, Palembang, Pekanbaru, itu punya potensi besar dilirik investor. Yang diperlukan hanyalah komitmen pemerintah daerah untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur sebagai salah satu generator pembangunan sektor lainnya khususnya properti,” tambah dia.

Jika pemerintah daerah menunjukkan komitmen, kata Jefri, yang diiringi kebijakan ramah investasi dan menjamin kepastian dan stabilitas keamanan, maka investor akan berdatangan.

“Kami sebagai investor tidak menutup peluang menjajaki Semarang, Medan, Palembang, Pekanbaru, atau kota lain di Kalimantan, bila syarat itu terpenuhi,” pungkasnya.