Banyak Guru tidak Siap Pengajaran secara Online

72
Banyak Guru tidak Siap Pengajaran secara Online

BISNIS BANDUNG– Kemampuan para guru dan konektivitas kegiatan belajar mengajar jarak jauh tidak semuanya sama, termasuk di Jawa Barat. Artinya  masih banyak guru  tidak siap melakukan pengajaran secara online yang disebabkan sarana dan prasarana untuk menggelar kelas jarak jauh  belum terpenuhi.
“Indonesia bukan hanya Jakarta, Pulau Jawa, dan bukan hanya kota-kota besar. Persoalan besar di dalam proses belajar secara virtual ini juga dialami oleh para guru di daerah-daerah lainnya di Indonesia, terutama yang ada di kawasan pelosok,” kata Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Pendidikan Indonesia (IKA UPI), Enggartiasto Lukita dalam acara webinar, Sabtu.

Enggar menyebutkan, tidak semua tenaga pendidikan atau guru di Jabar, dan umumnya  secara nasional siap menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) secara jarak jauh atau daring di masa pandemi Covid-19.
“Berdasarkan laporan dan survei yang ada, persentasenya di bawah 60 persen yang terjangkau, baik ketersediaan wi-fi internet, sampai kepemilikan terhadap berbagai peralatan yang dibutuhkan,” kata Enggar dalam webinar bertajuk “Guru Digital vs Pandemi: Menyoal Kompetensi Guru Era Digital.” Para guru tidak bisa disalahkan dalam hal ini, tuturnya karena ada beberapa guru yang melakukan hal-hal yang tidak tepat, hanya sekedar memberikan tugas dan sebagainya.
“Namun satu hal yang pasti adalah, saya mohon maaf, panduan mengenai penyesuaian kurikulumnya, silabusnya, dalam kondisi ini, belum terpublikasi, belum merata di seluruh daerah sehingga tidak ada pilihan bagi guru untuk hanya sekedar memberikan tugas-tugas saja, karena tidak tahu apa yang harus dilakukan,” katanya.
Menurut dia di era revolusi industri 4.0 ini, semua sudah mempersiapkan diri dalam berbagai aspek untuk melakukan digitalisasi, namun dengan pandemi ini, terjadi lompatan untuk mengaplikasikan berbagai hal terutama dari segi informasi teknologi.(B-002)***