Banyak Pabrik Di Kab.Bandung Sudah Gunakan Ipal

392

Dalam upaya memperbaiki eko sistem lingkungan, terutama air sungai citarum, yang banyak tercemar limbah industri cair, dinas lingkungan hidup kabupaten bandung, mengundang empat puluh sembilan perusahaan, untuk menandatangi kesepakatan penegakan hukum bagi pabrik yang membuang limbah ke sungai, di kecamatan dayeuhkolot, kabupaten bandung. di kabupaten bandung, hampir seluruh perusahaan memiliki ipal, meskipun belum maksilmal.

Dalam upaya memperbaiki ekosistem lingkungan, dinas lingkungan hidup kabupaten bandung, mengundang empat puluh sembilan perusahaan, guna menandatangani kesepakatan penegakan hukum bagi pabrik yang membuang limbah ke sungai, di kecamatan dayeuhkolot, kabupaten bandung. hal ini di lakukan dinas lingkunganĀ  hidup, mengingat sebelumnya, banyak industri, yang sering membuang limbah ke sungai, terutama sungai citarum dengan sengaja, sehingga membuat sungai terpanjang di jawa barat ini, memiliki julukan sungai terkotor di dunia.

Dengan adanya penandatanganan penegakan hukum, diharapkan, seluruh industri yang ada di kabupaten bandung, dapat memiliki instalasi pengelolaan air limbah, sehingga pada saat di buang ke sungai, air limbah yang tadinya berbahaya, dapat menjadi air jernih dan tidak membahayakan warga yang menggunakan sumber air dari sungai citarum. menurut kepala dinas lingkungan hidup kabupaten bandung, asep kusumah, hal ini dilakukan dalam upaya memperbaiki ekositem lingkungan, yang sebelumnya banyak tercemar limbah dari industri-industri. dirinya juga mengatakan, di kabupaten bandung sendiri, hampir seluruh perusahaan kini sudah memiliki ipal.

Diharapkan dengan adanya upaya dari dinas lingkungan hidup kabupaten bandung ini, tidak ada lagi industri yang membuat limbah cair secara langsung ke sungai, sehingga ekosistem air sungai citarum maupun sungai cisangkuy, bisa kembali bersih dari bahan zat kimia yang berasal dari limbah industri tersebut.

Rezytia prasaja, bandung tv.,