Baru Pulang dari Luar Negeri Harus Isolasi Mandiri

9

BISNIS BANDUNG –  Siapa pun warga yang baru pulang  dari  luar negeri dalam waktu dekat atau melakukan kontak jarak dekat dengan orang positif COVID-19 untuk mengisolasi mandiri.

Isolasi  secara mandiri selama 14 hari itu perlu dilakukan dalam upaya mencegah  penyebaran virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit COVID-19 kepada keluarga, teman, dan orang-orang sekitarnya.

” Bagi mereka yang dari luar negeri diharapkan  jangan dulu berinteraksi dengan masyarakat maupun dengan pihak keluarga selama 14 hari,”ungkap Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum  pada Rabu (25 Maret 2020).

Ia berharap masyarakat  melakukan  self-isolation   atau isolasi  mandiri,  selalu disiplin dengan mengikuti semua imbauan pemerintah, termasuk ‘physical distancing’ atau tidak bertatap muka dengan orang lain.

Saat isolasi mandiri dilakukan, warga tidak boleh meninggalkan rumah kecuali untuk memeriksakan diri, memakai masker, rajin membersihkan barang umum seperti remote, gawai, meja, serta mencuci alat makan dan pakaian secara terpisah.

Warga yang mengisolasi diri secara mandiri juga diminta untuk terus menjaga kebugaran dengan aktivitas atau olahraga mudah di rumah. Cuci tangan hingga menjaga sirkulasi udara pun tetap harus diperhatikan.

“Ini sebagai bentuk kehati-hatian kita dan kekhawatiran pemerintah, tujuannya supaya COVID-19 yang sekarang (penyebaran) ramai di Jawa Barat bisa diantisipasi. Harapan kami, seluruh masyarakat bisa disiplin,” ucapnya.

“Kalau masyarakat tidak disiplin, yang kena mudarat (kerugian) adalah masyarakat itu sendiri. Ini pun sesuai dengan arahan Pak Gubernur (Ridwan Kamil) untuk menghindari kerumunan,” tambahnya.

Selain itu, Kang Uu menegaskan bahwa warga Jabar yang tengah melakukan isolasi mandiri selama 14 hari pun harus rutin mengecek kesehatannya.

Jika ada gejala-gejala COVID-19 seperti batuk, sesak napas, dan demam, Kang Uu mengimbau agar mereka segera memeriksakan kesehatan ke rumah sakit rujukan. (B-002)***