Bekas Ajudan Jokowi Diajukan Jadi Calon Tunggal Kapolri Pengganti Idham Azis

2

BISNIS BANDUNG – Jokowi mengusulkan Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) menggantikan Idham Azis. Usulan nama Kapolri ini tertuang dalam Surat Presiden (Surpres) yang diserahkan Menteri Sekretaris Negara Pratikno ke Pimpinan DPR.

Pratikno  tiba di Gedung DPR RI, Kompleks Senayan untuk menyerahkan Surpres , Rabu ( 13/1/20) sekitar pukul 10.40 WIB. Mengenakan pakaian bercorak batik warna cokelat, kedatangan Pratikno disambut Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.Surpres itu langsung diterima Ketua DPR RI Puan Maharani.

“Hari ini surpres telah kami terima dari presiden ,  presiden menyampaikan usulan pejabat  tunggal yaitu Listyo,” kata Puan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (13/1).

Menurutnya, DPR akan langsung memproses surpres usulan nama calon Kapolri itu sesuai mekanisme yang berlaku.

“Proses pemberian persetujuan akan dilakukan sesuai mekanisme internal Rapim Bamus dan kami akan tugaskan komtig untuk fit and proper, hasilnya akan dibawa ke Rapur untuk dapat persetujuan. Proses ini akan ditempuh 20 hari terhitung hari ini Rabu 13 januari,” ujar Puan.

Sebelumnya,, Menko Polhukam Mahfud MD mengungkapkan bahwa Kompolnas mengusulkan lima nama jenderal bintang tiga atau berpangkat komisaris jenderal (komjen) ke Jokowi sebagai pengganti Idham.

Mereka yang diusulkan oleh Kompolnas adalah Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar, Kabaharkam Komjen Agus Andrianto, Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo, serta Kalemdikpol Komjen Arief Sulistyanto.

Komjen Listyo Sigit Prabowo saat ini menduduki posisi Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim).

Laki-laki kelahiran 5 Mei 1969 ini merupakan alumni Akademi Kepolisian tahun 1991. Jawa Tengah menjadi provinsi yang penting dalam perjalanan karier Listyo. Pada 2009, ia menjadi Kapolres Pati. Satu tahun kemudian, Listyo dimutasi sebagai Kapolres Sukaharjo. Kemudian, menjadi Wakapoltabes Semarang,t sebagai Kapolres Solo, saat Jokowi menjadi Wali Kota Solo.

Baca Juga :   Cara Memulai Usaha Laundry Untuk Pemula

Listyo kemudian pindah tugas ke Jakarta mengisi posisi Kasubdit II Dittipidum Bareskrim Polri, bersamaan dengan terpilihnya Jokowi sebagai gubernur DKI Jakarta pada 2012.

Satu tahun berikutnya, ia ditugaskan menjadi Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Tenggara. Tak lama, Listyo kembali ditarik ke Ibu Kota bersamaan dengan terpilihnya Jokowi sebagai presiden pada 2014.

Listyo  dipercaya menjadi ajudan presiden. Sekitar dua tahun ia mendampingi Jokowi dalam beraktivitas.

Bebas dari penugasan sebagai ajudan, Listyo diangkat menjadi Kapolda Banten. Ia bertugas dua tahun di Banten. Setelah itu,  menjadi Kadiv Propam.

Selang satu tahun , Listyo diangkat menjadi Kabareskrim per- Desember 2019. Nama Listyo sempat terseret kasus dugaan suap penghapusan red notice pengusaha Djoko Tjandra. (B-003) ***