Belum Boleh Belajar Secara Tatap Muka di Kota Bandung

7
Belum Boleh Belajar Secara Tatap Muka di Kota Bandung

BISNIS BANDUNG– Pemerintah Kota Bandung memutuskan tidak ada kegiatan belajar mengajar secara tatap muka selama semester genap tahun ajaran 2020-2021 atau selama enam bulan ke depan.

Dengan demikian, belum dibolehkan belajar mengajar secara tatap muka, melainkan melalui metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) masih menjadi pilihan proses belajar mengajar di Kota Bandung pada masa pandemi Covid-19 ini.

“Hasil dari kajian Disdik dengan berbagai stakeholder, rekomendasinya Pemkot Bandung dalam semester genap ke depan masih pakai daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ),” kata Wali Kota Bandung, Oded M Danial di Balai Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (5/01/2021).

Keputusan itu juga bakal segera disosialisasikan secara resmi melalui Surat Edaran Wali Kota Bandung yang mengacu kepada Peraturan Wali Kota Bandung Nomor 73 Tahun 2020 tentang adaptasi kebiasaan baru.

“Bagian Hukum sudah saya perintahkan segera. Tidak perlu lagi Perwal baru,” katanya.

Untuk itu, ia pun meminta dinas terkait agar melakukan penyempurnaan dari hasil evaluasi PJJ yang telah dilaksanakan sebelumnya.

“Karena saya dorong, yang penting kalau sudah di putuskan semester genap ini akan PJJ lagi, maka saya minta hasil evaluasi ini harus ada penyempurnaan,” katanya.

Sejauh ini kasus Covid-19 di Kota Bandung sudah menyentuh angka 5.858 orang secara kumulatif. Lalu 528 orang di antaranya masih terkonfirmasi aktif, 5.175 di antaranya sudah dinyatakan sembuh, 155 orang di antaranya dinyatakan meninggal.

Siap tatap muka

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dedi Supandi mengungkapkan ada 12 kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Barat sudah siap menyelenggarakan kembali pembelajaran tatap muka di sekolah mulai 11 Januari 2021 menurut Dinas Pendidikan setempat.

Daerah yang siap melakukan pembelajaran tatap muka secara parsial meliputi Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Garut, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Bandung, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Karawang, Kota Sukabumi, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Subang.

Ia mengatakan  total ada 1.743 sekolah menengah atas (SMA), sekolah menengah kejuruan (SMK), dan sekolah luar biasa (SLB) yang siap melaksanakan pembelajaran tatap muka di 12 kabupaten dan kota tersebut.

“Poin pentingnya ialah dibuka atau tidak ada di level kabupaten kota sebagai Ketua Satgas COVID-19. Hari ini kami menyajikan, satuan pendidikan yang telah siap tatap muka ada 1.743 dan yang lainnya masih melakukan pembelajaran daring,” katanya.

Sekolah yang sudah menyampaikan kesiapan melaksanakan kembali pembelajaran tatap muka, menurut dia, meliputi 34,89 persen dari seluruh sekolah yang ada di Jawa Barat.

“Dari 34,89 persen itu, untuk SMA ada 12,13 persen, untuk SMK 21,32 persen, dan untuk SLB 1,44 persen, dari jumlah total yang mengajukan,” kata Dedi.(B-002)***