Benarkah Ibadah Haji Tahun Ini Ditangguhkan?

322

Pertanyaan  itu bersipongang di seluruh dunia. Jutaan calon jamaah haji bertanya-tanya mengiringi rasa cemas. Masalahnya, para calon jamaah haji sudah banyak yang melunasi ONH, mereka khawatir ibadah haji tahun ini ditiadakan. Pemerintah Indonesia,dalam hal ini Kemeterian Agama, tidak secara tegas menyatakan, ada atau tidak adanya ibadah haji.

Kemenetrian Agama memberikan arahan kepada semua calon jamaah haji Indonesia tidak nelakukan latihan manasik haji namun pelunasan ONH dibuka meskipun calon jamaah haji tidak usah datang ke bank. Cukup menggunakan lajur online. Sedangkan persiapan penyelenggaraan haji tidak berkenti di tengah mewabahnya virus corona. Menurut KJRI di Jedah persiapan yang dilakukan sejak awal Februari 2020 terus berkangsung. Ada tiga tim yang sudah berada di Arab Saudi yakni Tim Akomodasi, Tim Transportasi, dan Tim Konsumsi. Semuanya hampir rampung, tinggal konsumsi kesepakatannya, sampai  Senin 30 Maret,  baru sampai 30 persen lebih, khusunya di Madinah.

Melihat persiapan yang hampir rampung itu, tampaknya Kementerian Agama RI, optimistis, ibadah haji tahun ini akan dilaksanakan. Namun pejabat pelaksana ibadah haji Arab Saudi, pada suratnya yang disampaikan kepada Menteri Agama RI, meminta penyelenggara haji Indonesia, sementara tidak melakukan pembayaran untuk akomodasi, transportasi, dan konsusmi.

Benar, surat itu tidak menyebutkan, ibadah haji ditiadakan. Akan tetapi, merupakan warning, kalau-kalau indah haji tahun ini ditiadakan. Segalanya belum jelas benar. Duta Besar Arab Saudi di Indonesia juga meminta maaf kepada semua calon jamaah haji Indonesia atas ketidakjelasan itu. Pemerintah Arab Saudi masih menunggu perkembangan terkait virus corona. Hari Kamis ini, Kerajaan Arab Saudi justru memperluas lock-down ke beberapa kota lain seliain Mekah, Madinah, dan Riyad. Jam malam juga diperpanjang, semula dari pk 18.00 sampai pk 0600, mulai 31 Maret dari pk 15.00 sampai pk 06.00. Penjagaan lebih ketat lagi.  Bila ada orang yang keluar rumah pada jam malam itu, ia akan ditangkap polisi dan didenda sampai Rp 42 juta.

Penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, dihadapkan pada situasi yang membingungkan. Ada tiga pilihan yang membutuhkan persiapan matang. Pertama ibadah haji tahun ini berlangsung seperti biasa. Pilihan itu tentu sangat menggembirakan para calon jamaah haji. Namun persiapannya akan mengalami keterlambatan karena waktu yang sangat mendesak. Hanya tersedia waktu satui bulan  yakni Juni.

Pilihan kedua, ibadah haji diundur atau ditiadakan. Putusan itu merupakan pukulan berat bagi para calon jamaah haji, penerbangan, KBIH, dan panitia. Karena itu, persiaopan menghadapi pilihan kedua ini, harus dilakukan termasuk masalah psikis para cal;on jamaah haji.

Pilihan terakhir, kuota haji semua negara termasuk Indonesia, akan dipotong. Mungkin saja pengurangannya mencapai 30 persen. Pemerintah harus mempersiapkan pembatalan sejumlah calon jamaah haji. Pembatalan itu bukan pilihan ringan.

Seperti disampaikan Dubes Arfab Saudi untuk Indonesia, para calon jamaah haji harus siap dengan keputusan yang diambil Kerajaan Arab Sauidi. “Mari kita bersama-sama berdoa, Allah memberikan soluisi terbaik,”  katanya. ***