Beny K. Harman : Penembakan Pengawal HRS Adalah Pembantaian Pemerintah Agar Menjelaskan Secara Terbuka, Jujur Dan Rasional  

1001

BISNIS BANDUNG – Menyikapi bentrokan polisi dan FPI , anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera, mengatakan tindakan itu bisa dikategorikan kejahatan hak asasi manusia yang keji. Terkait  bentrokan polisi dan FPI para kader partai politik anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pun mengeluarkan tanggapan berbeda-beda.

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Demokrat Benny K Harman menyebut penembakan enam anggota FPI itu ibarat insiden pembantaian.

Penembakan 6 Pengawal Rizieq Shihab Itu Adalah Pembantaian,” kata Benny di akun Twitter miliknya, @BennyHarmanID yang dilansir CNNIndonesia.com, Selasa (8/12).

Ia  meminta pemerintah memberikan penjelasan secara terbuka, jujur, dan rasional tentang peristiwa yang sebenarnya. Menurutnya, penjelasan dari pemerintah dibutuhkan untuk menghentikan spekulasi publik soal insiden tersebut.

Betul kah? Negara harus memberikan penjelasan secara terbuka, terus terang, jujur, dan rasional apa sebenarnya yang terjadi. Dengan begitu rakyat tidak membuat spekulasi sendiri2. Rakyat Monitor!” ujar Waketum Partai Demokrat itu.

Sedangkan, anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera mengatakan tindakan itu bisa dikategorikan kejahatan hak asasi manusia yang keji.

Mardani mendesak pemerintah membentuk tim pencari fakta (TPF) yang independen untuk mengungkap dalang di balik insiden tersebut.

“Ini Kejadian luar biasa, saya mengusulkan perlu segeranya dibentuk TPF Independen mengusut pembantaian 6 orang laskar FPI. Harus diusut tuntas siapa dalangnya! Jangan dibiarkan kejahatan HAM ini berlarut,” ujar Mardani yang juga Ketua DPP PKS.

Baca Juga :   Penyelenggara Negara Harus Menghormati Hak Konstitusional Sipil Dalam Mengemukakan Pendapat Dan Berekspresi Di Ruang Publik