Berburu Tape Ketan Ember 0leh- oleh Khas Kuningan

2188

Tidak lengkap rasanya bila kita pulang dari luar kota tanpa membawa oleh-oleh khas kota yang dikunjungi. Bila berkunjung ke Kota Kuningan , di beberapa lokasi tempat penjualan oleh-oleh, kita akan melihat banyak ember hitam terpamer , setelah kita mendekatinya , ember itu ternyata berisi tape (peuyeum Sunda-red) ketan.

Tape merupakan kudapan hasil dari proses fermentasi bahan pangan berkarbohidrat dengan substrat ragi. Di Indonesia dan negara-negara tetangganya, substrat ini biasanya umbi singkong dan beras ketan.

Ragi untuk fermentasi tapai merupakan campuran beberapa mikroorganisme, terutama fungi (kapang dan jamur), seperti Saccharomyces cerevisiae, Rhizopus oryzae, Endomycopsis burtonii, Mucor sp., Candida utilis, Saccharomycopsis fibuligera, dan Pediococcus sp.

Namun tidak tertutup kemungkinan jenis lain juga digunakan. Tapai hasil fermentasi dengan ragi yang didominasi S. cerevisiae umumnya berbentuk semi-cair, lunak, berasa manis keasaman, mengandung alkohol, dan memiliki tekstur lengket.Produksi tapai biasanya dilakukan oleh industri kecil dan menengah.

Pembuatan tape ketan di berbagai wilayah Kuningan untuk oleh oleh sudah dilakukan masyarakat sejak tahun 1970-an,bahkan ada juga masyarakat yang melakukannya jauh sebelum tahun 1970.

Bahan tape ketan yang beredar di pasaran ada dua jenis, yakni beras yang berkualitas baik disebut dengan ketan untup. Sedangkan kualitas kedua disebut dengan ketan biasa.

Ketan untup rasanya legit dan empuk.Pembuatannya menggunakan daun katuk sebagai pewarna. Pembungkusnya menggunakan daun jambu air.

Kondisi daunnya harus dalam keadaan kering.  Kenapa dikemas dalam ember? Karena pembeli banyak yang suka air ketannya.  Air hasil proses pemasakan tape memiliki citarasa tersendiri. Bagi yang suka, mereka akan menikmati rasa manis yang sedikit asam.

Rata – rata sentra pembuat tape di Kuningan sekaligus sebagai tempat  memasarkan produknya.Uniknya masing – masing pemilik sentra produksi ketan memperbolehkan konsumen untuk melihat secara langsung proses pembuatan tape ketan .

Tentu saja para pengunjung ini tetap harus mematuhi aturan yang dibuat oleh para pembuat tape,salah satunya tidak mengganggu proses produksi.Menurut para pembuat tape, pesanan akan meningkat menjelang hari lebaran,selain libur akhir pekan serta hari libur nasional.

Tape ketan Kuningan selain dipasarkan di Kuningan , juga ke berbagai kota di Jawa Barat. Harganya cukup bervariasi dalam satu ember berisi 50 sampai 80 bungkus tape ketan,harganya antara Rp 65.000 sampai Rp 80.000.

Jika membeli tape ketan Kuningan untuk oleh-oleh , sebaiknya membeli  yang belum matang. Sebab, tape ketan sejak pengemasan membutuhkan waktu tiga hari untuk matang.

Tape ketan yang telah matang memiliki rasa yang lebih legit . Selanjutnya, pastikan saat membeli tape ketan, tertera tanggal matang yang biasanya tertulis pada stiker di ember.

Berikut adalah proses pembuatan tape ketan yang disarikan dari berbagai sumber :

Bahan-bahan Tape Ketan Khas Kuningan
-½ kg beras ketan putih
-5 sendok makan gula pasir
-400 ml air panas
-1 liter air
-2 sendok makan pandan pasta
-Ragi secukupnya
-Daun Lengkuas secukupnya
-Daun katuk untuk pewarna secukupnya
-Daun jambu air untuk pembungkus tape

Cara Membuat Tape Ketan Khas Kuningan

Setelah semua bahan yang diperlukan siap, cuci beras ketan hingga bersih kemudian rendam dalam campuran 1 liter air dan pandan pasta selama satu malam.Tiriskan beras yang sudah direndam, lalu kukus sampai meletup-letup.

Sambil menunggu beras matang, masaklah air sebanyak 400 ml hingga mendidih, lalu siramkan ke dalam ketan yang masih panas

Aduk hingga merata lalu kukus kembali selama seperempat jam. Angkat dan dinginkan selama beberapa saat, jika sudah dingin, baru bisa dihaluskan.

Tambahkan campuran lengkuas dan daun katuk yang diremas dengan air, kemudian disaring untuk dijadikan pewarna, aduk sampai rata.

Taburkan ragi tipis-tipis hingga rata di atasnya dan taburkan juga gula pasir. Selanjutnya nasi ketan yang sudah ditaburi ragi  dibungkus  menggunakan daun jambu air, kemudian simpan dalam tempat tertutup dan diamkan selama 3 hari. (E-001) ***