Berharap Jadi Potensi Wisata Baru di Sumedang

37

BISNIS BANDUNG – Penemuan batu berukuran besar yang berbentuk persegi empat di wilayah Desa Nagrak Kecamatan Buahdua Kabupaten Sumedang,sempat mengegerian warga sekitar.Pasalnya batu batu tersebut ditemukan secara tidak sengaja oleh beberapa warga yang sedang membuka akses jalan untuk pertanian.Batu batu besar berbentuk persegi panjang tersebut ditemukan warga diatas tanah kas Desa.

Awalnya wargapun sempat biasa saja ketika menemukan bebatuan ini,namun karena banyak dan memanjang rapi,akhirnya wargapun melaporkan temuan batu ini ke pemerintah desa setempat.Dalam penemuan batu batu tersebut beberapa warga ada yang meyakini bahwa batu batu tersebut peninggalan sebuah bangunan kerajaan,karena selain dari bentuk batunya yang persegi panjang dan kotak,juga tersusun rapi hingga sekitar 100 meteran lebih.

Kepala Desa Nagrak Erwin Kuntana mengatakan,bahwa dirinya ketika mendapat laporan dari warganya tentang adanya penemuan batu yang mirip di Gunung Padang tersebut,langsung mendatangi lokasi untuk meyakinkan laporan tersebut.Dan setelah dilokasi memang benar adanya dan memang seperti yang terdapat di gunung padang Cianjur.

“Saya kelokasi untuk memastikan benar atu tidaknya batu tersebut berbentuk persegi panjang dan kotak,seperti laporan warga,dan hasilnya benar adanya mirip dengan yqng ada di gunung padang sih,menurut saya,”ujarnya.

Erwin pun sudah melaporkan penemuan batu tersebuy ke pihak Kecamatan,agar laporan ini bisa ditindak lanjuti ke Dinas yang lebih berwenang di Propinsi.

Sementara itu Camat Buahdua Tono Suhartono,yang datang kelokasi bersama pihak kepolisianpun belum bisa memastiian dan meyakinkan warga bahwa batuan tersebut adalah batuan peninggalan bekas banguna kerajaan ataupun candi,juga belum meyakini mirip dengan batuan megalithikum yang terdapat di Gunung Padang,karena belum ada pihak peneliti ataupun arkelog yang datang meneliti batuan tersebut.

“Saya belum tahu jenis batuan apa dan belum yakin juga bekas bangunan kerajaan atau candi,apalagi disamakan dengan batua yang terdapat digunung padang,sah sah saja bagi warga yang berpendapat seperti itu,cuman pastinya nanti kalau sudah di teliti sama tim ahlinya dan ada hasilnya,baru ketahuan,”ucapnya.

Tono juga menghimbau kepada warganya,agar selama belum ada tim peneliti dari pemerintah pusat,agar uangan diganggu posisi batu batu tersebut baik dipindahkan atau disusun ,apalagi dirusak dan dicuri,biarlah alami apa adanya seperti pertamakali ditemukan.

Dan Tono juga mengatakan,sambil menunggu laporannya di tanggapi pemerintah pusat,warga luar dan warga sekitar yang ingin melihat batuan sekaligus berwisata,silahkan saja tapi dengan catatan tetap diawasi.

Warga berharap lokasi ditemukannya ribuan batu misterius di blok Pasirlandak Desa Nagrak Kecamatan Buahdua berpotensi menjadi tempat pariwisata.

Melalui perangkat desa setempat warga pun mendorong lokasi tersebut menjadi objek wisata. Dan berjanji akan menjaga keberadaan batu-batu tersebut. Selain itu, juga mendorong pemerintah kecamatan dan pemerintah desa setempat agar membenahi akses menuju lokasi penemuan batu-batu.

“Akan kami kelola lebih lagi. Sebab lokasi ini punya potensi jadi tempat wisata.Kalau memang sudah diketahui dan diketahui itu jenis batu apa, karena memang ada akses juga dan tergantung pemerintah desa setempat, siapa tahu bisa jadi desa wisata begitu,” ujar Rahmat warga Nagrak,Senin (10/2/2020).

Namun warga dan pemerintah desa juga mengakui,aian akses jalan menuju ke tempat tersebut bila suatu waktu dijadikan lokasi wisata.Selain akses jalan yang sulit,juga harus membuka beberapa akses jalan agar mempermudah ke lokasi.Dan itu pastinya tidak cukup waktu singkat dan pastinya akan memakan biaya yang banyak.

Jadi pemerintah desa dan warga berharap adanya campur tangan pemerintah pusat maupun daerah dalam hal seperti ini,karena warga sangat yakin bahwa temuan batu persegi panjang dan kotak selain dalam jumlah banyak juga,merupakan aset dan potensi daerah yang bisa dikembangkan kedepannya,sebagai bahan perbaikan juga pendongkrak ekonomi warga dan daerah setempat bila dikelola secara baik dan benar. (E-010)***