BI: “Perbaikan Ekonomi Indonesia Makin Terlihat”

5
BI: “Perbaikan Ekonomi Indonesia Makin Terlihat”

BISNIS BANDUNG–Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan Indonesia kini melalui masa-sama sulit dan opimistis perbaikan ekonomi akan semakin terlihat secara bertahap.

Hal tersebut dapat dilihat melalui stabilitas makroekonomi dan moneter yang semakin kuat, lebih baik dari masa-masa awal pandemi Covid-19. Adapun, BI merevisi perkiraan pertumbuhan ekonomi keseluruhan tahun 2021 di kisaran 4,1 persen hingga 5,1 persen.

Sebelumnya, bank sentral optimistis ekonomi bisa tumbuh di kisaran 4,3% persen hingga 5,3 persen. Sejalan dengan hal itu, Perry juga mengajak para stakeholders untuk memperkuat sinergi untuk memaksimalkan pemulihan ekonomi dari dampak pandemi Covid-19.

 “Mari memperkuat [sinergi] dan koordinasi kita untuk bersama memajukan ekonomi kita serta lebih memaksimalkan pemulihan ekonomi kita,” ajak Perry dalam sambutannya pada acar Silaturahmi Idul Fitri Bank Indonesia bersama stakeholders secara virtual, Senin (17/5/2021).

Mitra kerja BI, Menteri Keuangan Sri Mulyani juga turut hadir beserta sebagian Menteri lainnya. Sri yang juga Ketua Komite Sistem Stabilitas Keuangan (KSSK) juga turut menyampaikan ucapan selamat Idulfitri kepada seluruh jajaran petinggi Bank Indonesia dan seluruh stakeholders yang hadir.

Dia berterima kasih kepada Bank Indonesia sebagai mitra kerja dalam KSSK dan dalam upaya pemulihan ekonomi pada situasi yang disebutnya extraordinary atau luar biasa.

 “Kita tidak hanya berharap dapat mencapai kemenangan secara pribadi, tetapi juga sebagai bangsa. Semoga kita semuanya tetap diberikan kesehatan di dalam menjalankan tugas yang masih sangat menantang ini,” pungkasnya.

Tidak hanya Menkeu, acara silaturahmi virtual tersebut juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, ekonom, dan stakeholders lainnya.(B-002)***