Bisnis Kos Kosan Lesu Imbas Pandemi Covid

2044
Bisnis Kos Kosan Lesu Imbas Pandemi Covid

BISNIS BANDUNG– Dampak pandemi virus Corona, sejumlah sektor ekonomi terkena imbasnya, seperti halnya pada bisnis kos-kosan di  lingkungan kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Pasalnya selama pandemi Covid-19 ini, sebagian perguruan tinggi di Jawa Barat melangsungkan kegiatan belajar secara virtual. Sehingga banyak mahasiswa perantau memilih untuk kembali ke kampung halaman, terlebih kondisi ini telah berlangsung cukup lama.

Tidak adanya kegiatan perkuliahan di kampus, membuat kamar kos yang biasa diisi oleh para mahasiswa menjadi sepi dan tak berpenghuni, sebagaimana dipantau Detikcom.

Suwarno (38) salah satu pemilik kosan mengatakan selama pandemi Covid-19 ini, sejumlah kamar miliknya sudah lama kosong karena ditinggalkan penghuninganya. Menurutnya hal ini terjadi semenjak perkuliahan tatap muka di kampus digantikan dengan cara virtual atau online.

“Selama Pandemi Covid-19 memang kondisinya ada beberapa kamar yang kosong, karena mungkin mahasiswanya sekarang belajar di rumah karena saat ini belum ada perkuliahan tatap muka,” katanya  saat ditemui di rumahnya, Sabtu (5/9/2020).

Kata Suwarno, biasanya pada bulan Agustus ini kamar kosan miliknya sudah penuh ditempati para mahasiswa karena memasuki ajaran baru perkuliahan terutama mahasiswa yang baru masuk.

“Yang nyari kamar baru pun belum ada, biasanya di awal bulan Juni-Juli itu sudah mulai ada yang berdatangan, tapi tahun sekarang sampai bulan September ini sepi-sepi aja,” katanya.

Dari 19 kamar kosan, kata Suwarno sampai sekarang hanya terisi dua kamar dan sisanya kosong sejak awal Februari. “Pas mulai PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dilonggarkan mereka mulai pada pulang dan tidak diperpanjang,” ucapnya.

Suwarno mengatakan sampai sekarang dirinya belum mengetahui secara pasti kapan perkulihan tatap muka akan kembali digelar.

Pemilik Kos-kosan lainnya, Amir menuturkan kebanyakan mahasiswa yang tinggal saat ini sedang pulang kampung, sehingga meninggalkan yang ada didalam kosan hanya barang-barangnya saja.

“Mahasiswanya pada pulang, tapi barang-barangnya masih ada rencannya bakal balik lagi tapi belum pasti,” tutur Amir.

Meski hanya menyimpan barangnya saja, kata Amir mereka tetap diberikan keringanan dengan membayar DP atau uang mukanya saja.

“Disini kan kita legowo (terbuaka), kalo masalah biaya cuma menyimpan barang saja paling cuman bayar DP-nya saja,” kata Amir.

Amir berharap wabah virus Corona ini cepat berakhir dan mahasiswa dapat kembali beraktivitas seperti biasa, sehingga pemilik kos-kosan bisa mendapatkan kembali penghasilannya.(E-010)***