Boikot Produk Perancis Terpuruk Perekonomian

1802
Boikot Produk Perancis Perpuruk Perekonomian

BISNIS BANDUNG— Pengamat Hubungan Internasional dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran (Fisip Unpad), Dr.Teuku Rezasyah Phd mengemukakan, seruan boikot produk Prancis kian menggema di berbagai negara mayoritas muslim di seluruh dunia.

Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar juga ikut mendengar gaungannya. Kehebohan ini berakar dari pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menyatakan tidak akan menarik karikatur Nabi Muhammad SAW dan berperang dengan Islam radikal.

“Boikot atas produk-produk Perancis sudah dilakukan oleh beberapa negara, yang hasilnya sangat merugikan ekonomi Perancis. Diperkirakan aksi akan meluas ke sejumlah negara “, ungkapnya kepada Bisnis Bandung,  di Bandung, Senin.

Teuku Rezasyah mengungkapkan, secara khusus, Duta Besar Perancis di Mesir telah mengajukan permohonan pada pemuka mesjid Al-Azhar, untuk meredakan amarah masyarakat Islam di Mesir dan dunia. Permohonan tersebut ditolak, sehingga diperkirakan akan memundurkan ekonomi Perancis, yang sudah terdampak akibat Covid-19

Sikap keras dan tegas pemerintah Republik Indonesia telah dinyatakan kepada Duta Besar Perancis di Jakarta. Indonesia sudah mengambil sikap melalui Kementerian Luar Negeri yang memanggil duta besar Prancis di Indonesia, Olivier Chambard. Pemerintah Republik Indonesia tidak memberlakukan boikot atas produk Perancis, karena menguatirkan potensi terjadinya konflik antar peradaban di tingkat dunia, dan dampaknya atas kehidupan masyarakat Islam yang merupakan minoritas di Perancis.

408 Wisatawan Reaktif Pasca Liburan di Jabar

Guna mencegah terulangnya masalah ini, pemerintah perlu menggalang solidaritas Organisasi Konperensi Islam (OKI), untuk secara khusus menyampaikan protes keras kepada Presiden Perancis.

Pada saat yang sama, OKI hendaknya berlaku adil, dengan cara juga mengecam perilaku biadab beberapa imigran asal Asia Tengah dan Afrika, yang membunuh beberapa penduduk Perancis. Perbuatan jahat tersebut justru memperburuk hubungan antar peradaban di dunia. (E-018)***

Baca Juga :   Pelayanan Lalulintas Berbasis IT 2000 Pemotor Trail Ikuti CATS Sumedang