Cadangan Devisa RI Turun Dipakai Bayar Utang Luar Negeri Pemerintah

4

BISNIS BANDUNG – Cadangan devisa pada posisi akhir Maret 2021 sebesar US$ 137,1 miliar . Menurut Bank Indonesia (BI) melaporkan cadangan devisa pada posisi akhir Maret 2021 turun dibandingkan bulan sebelumnya yaitu US$ 138,8 miliar, karena ada kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

“Penurunan posisi cadangan devisa pada Maret 2021 terutama dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah sesuai pola jatuh tempo pembayarannya. Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga, seiring dengan berbagai respons kebijakan dalam mendorong pemulihan ekonomi.,” demikian keterangan tertulis BI, Rabu (7/4/2021).

Dijelaskan , sepanjang bulan lalu, rupiah melemah 1,89% terhadap dolar Amerika Serikat (AS) secara point-to-point di perdagangan pasar spot. Memulai bulan di kisaran Rp 14.200/US$, mata uang tanah air berakhir di kisaran Rp 14.500/US$.

Cadangan devisa adalah pertahanan lapis pertama untuk meredam fluktuasi nilai tukar. Di pertahanan level selanjutnya, BI memiliki kerja sama bilateral dengan sejumlah bank sentral untuk menyediakan pasokan valas.

Sementara di lapis ketiga, Indonesia berserta negara ASEAN+3 memiliki Chiang Mai Initiatives Multilateralization (CMIM), semacam cadangan devisa bersama yang bisa diakses kala negara anggota menghadapi keterbatasan devisa.

Kerjasama dengan Cina

Bank Indonesia (BI) juga menjalin kerja sama penggunaan mata uang lokal dengan bank sentral China (PBC). Kerja sama ini disebut Local Currency Settlement (LCS).

“Gubernur PBoC Yi Gang dan Gubernur BI Perry Warjiyo telah menyepakati pembentukan kerangka kerja sama untuk mendorong penggunaan mata uang lokal dalam penyelesaian transaksi perdagangan bilateral dan investasi langsung (Local Currency Settlement/ LCS). Kesepakatan tersebut dituangkan melalui penandatangan Nota Kesepahaman , tahun 2020 lalu. Penggunaan mata uang lokal dalam investasi dan perdagangan ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). (B003) ***

Baca Juga :   Aksi 5.555 Penari Umbul Dalam Mendukung Program "Dari Masyarakat Sumedang Untuk Dunia" di Jatigede