Calon Nasabah Bisa Memilih Pinjaman Pendanaan Konvensional Atau Syariah

392

BISNIS BANDUNG – Dana syariah memiliki ketentuan yang berbeda dari dana konvensional. Pendanaan berbasis syariah dibuat berdasarkan kaidah agama Islam.Karena itu, kehadirannya memberikan opsi bagi para pelaku usaha untuk mendapatkan pinjaman atau dana tanpa bunga.

Meski telah lama hadir, masih banyak orang yang belum mengetahui apa itu pendanaan berbasis syariah. Pada umumnya, pendanaan ini merupakan kredit untuk nasabah yang diterima lewat akad jual beli dan pembayarannya akan dicicil dengan batasan waktu yang ditentukan oleh Lembaga Syariah.

Dari berbagai sumber yang dirangkum BB menyebut , sistem syariah tidak berbunga dan tidak memiliki jaminan. Perbedaan prinsip antara pendanaan berbasis konvensional dan syariah memang masih belum diketahui banyak orang. Hal ini membuat dana ini masih belum populer. Meski demikian, hal tersebut memberikan pilihan bagi banyak orang yang membutuhkan pinjaman bagi usahanya dengan tetap berasaskan prinsip syariah.

Dana konvensional dan syariah

Pada dana konvensional, kredit diberikan atas akad pinjaman, sehingga debitur atau peminjam harus mengembalikannya berserta bunga yang telah ditetapkan. Untuk syariah, bunga tidak diberlakukan karena dianggap riba. Selain itu, proses akadnya dinamakan akad murabahah atau jual beli.

Sedangkan untuk faktor resiko, nasabah menanggung semuanya pada pendanaan konvensional. Pada dana berbasis syariah, pihak bank atau lembaga keuangan akan turut menanggung sebagian kerugian.

Pada umumnya, persyaratan untuk pinjaman syariah tidak ribet, seperti, tanpa bunga, tanpa jaminan dan juga persyaratan umum , antara lain melampirkan informasi umum , seperti usaha yang dimiliki. Kemudahan tersebut membantu para pengusaha dalam menjalankan usaha mereka dan bisa dirasakan lewat Paper Finance Solution, solusi modal kerja berbasis invoice untuk UMKM.

Dengan adanya pilihan pendanaan konvensional atau syariah, calon nasabah bisa bebas memilih pinjaman . (B-003) ***