Cegah Dampak Pandemi Pemda Mesti Bersiap Sambut “New Normal”

8

BISNIS BANDUNG-Upaya mencegah dampak buruk pandemi Covid-19 secara berkelanjutan, seluruh pemerintah daerah (Pemda) harus bersiap menyambut konsep New Normal alias tatanan kehidupan baru.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), Abdullah Azwar Anas dampak pandemi Covid-19 ini telah memukul sendi-sendi kehidupan masyarakat, mulai dari aspek kesehatan sampai sosial-ekonomi.

“Oleh karenanya daerah-daerah harus bangkit berbenah kembali membangun ekonomi masyarakatnya,” ujarnya Senin (18/5/2020).

Anas mengatakan, prinsip tata kehidupan baru berporos pada tiga hal. Pertama, tetap memprioritaskan penanganan Covid-19 dengan terus memperbaiki berbagai mekanisme, mulai ketersediaan tempat tidur isolasi, alat-alat kesehatan, pendeteksian (tracing)hingga mendukung langkah pemerintah pusat memperluas pengetesan berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR).

Kedua, disiplin menerapkan protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19. “Di mana-mana kita gelorakan protokol-protokol seperti cuci tangan pakai sabun, jaga jarak aman, memakai masker. Hal ini bisa kita tindak lanjuti di daerah, misalnya, dengan peraturan semua pengunjung pasar tradisional dan modern harus memakai masker, yang tak pakai masker dilarang masuk,” ujar dia.

Ketiga, secara bertahap kembali meningkatkan produktivitas ekonomi lokal. “Sesuai analisis para ahli, pandemi akan benar-benar berakhir ketika vaksin ditemukan. Prediksinya, vaksin ditemukan paling cepat pertengahan 2021. Secara bertahap kita harus gerakkan lagi ekonomi lokal dengan prinsip produktif dan aman dari Covid-19 sesuai arahan Presiden Jokowi dan Mendagri,” ujar Anas.

Dengan tiga poros tersebut, dia  optimistis, kehidupan masyarakat berangsur membaik. Penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi harus dijalankan berbarengan serta tidak dibeda-bedakan.

New normal‘ di daerah harus diarahkan pada bagaimana tatanan masyarakat kita tetap aman dari COVID-19, dalam arti penyebarannya kita tekan, namun di sisi lain ekonomi tetap produktif,” katanya.(B-002)***