Christ Wamea: Sebagai Insinyur Kehutanan UGM Jokowi  Pasti Sangat Paham Tentang Fungsi Hutan

16

BISNIS BANDUNG – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan banjir yang melanda 10 kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) akibat karena curah hujan yang tinggi selama berhari-hari. Menurut tokoh Papua, Christ Wamea, air hujan tidak bisa disalahkan sepenuhnya. Air hujan  meluap sebanyak itu karena tak ada lagi tempat serapan.

Menurut Jokokwi, curah hujan yang sangat tinggi hampir 10 hari berturut-turut menjadikan Sungai Barito tak mampu  menampung air banjur  sebesar 2,1 miliar kubik air dari biasanya sekira 230 juta meter kubik, hingga  meluap di 10 kabupaten dan kota,” ungkap  Jokowi.

Pernyataan dari Presiden Jokowi pun menuai banyak tanggapan dari masyarakat hingga sejumlah tokoh, termasuk alah satunya  tokoh Papua, Christ Wamea.

Menurut Christ Wamea, air hujan tidak bisa disalahkan sepenuhnya. Air hujan bisa meluap sebanyak itu karena tak ada lagi tempat serapan. Hal tersebut lantaran banyak lahan yang digunakan untuk pertambangan , selain penebangan hutan .

Tanggapan tersebut disampaikan Christ Wamea melalui akun Twitter pribadinya @PutraWadapi pada Selasa, 19 Januari 2021.

Datang ke Kalsel cuma salahkan hujan takut katakan bhw Banjir di Kalsel akibat Penambangan dan Penebangan,” kata Christ Wamea. Meski begitu, Christ Wamea memandang bahwa Presiden Jokowi sebagai seorang insinyur kehutanan pasti sudah memiliki solusi terbaik untuk mengatasi masalah banjir di Kalsel.

Seorang insinyur Kehutanan alumni UGM pasti sangat paham tentang fungsi hutan, erosi dan DAS. Dan juga hutan yg gundul dampak negatifnya apa. Stlh kunjungan pasti ada solusi terbaik utk mengatasi masalah bencana banjir di Kalsel jd kedepan sdh bisa teratasi,” ujar Christ Wamea.

Hujan dengan intensitas sedang di Kalsel menyebabkan banjir sejak Selasa, 12 Januari 2021. Tercatat sebanyak 24.379 rumah terendam banjir dan 39.549 warga mengungsi.

Terdapat korban meninggal dunia total sebanyak 15 orang dengan rincian di Kabupaten Tanah Laut 7 orang, Kabupaten Hulu Sungai Tengah 3 orang, Kota Banjar Baru 1 orang, Kabupaten Tapin 1 orang, dan Kabupaten Banjar 3 orang.

Baca Juga :   Memasuki Bulan Ramadan Harga Kepokmas Bergerak Liar.

Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kalimantan Selatan masih berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang sedangkan musim hujan masih akan berlangsung hingga Februari 2021. (B-003)    ***