Ciparay Kab Bandung Jadi Sasaran TMMD TNI

15

BISNIS BANDUNG – Kecamatan Ciparay menjadi sasaran kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) tahun 20202. TMMD melakukan pengerasan jalan penghubung Desa Bumiwangi dan Mekarlaksana sepanjang 2.300 meter, lebar 5 meter dan tinggi 20 centimeter . Kegiatan ini menjadi salah satu pembangunan fisik program sinergitas pemerintah daerah (pemda), TNI dan masyarakat setempat.

Selain itu, sebagai pekerjaan lanjutan, dibangun pula jembatan sepanjang 2,3 meter dan lebar 5 meter, ditambah pengerjaan gorong-gorong sepanjang 6 meter, lebar 2,5 meter dan pembuatan drainase sepanjang 335 meter di Desa Bumiwangi serta dua tembok penahan tanah (TPT) masing-masing sepanjang 30 meter dan 90 meter . Kemudian sebuah jembatan sepanjang 2,4 meter, lebar 6 meter di Desa Mekarlaksana.

“Jalur ini dibangun, selain sebagai jalan penghubung ke dua desa, juga sebagai jalur alternatif. Supaya jalan di Alun-alun Ciparay tidak terlalu padat. Jadi dari arah Kertasari, nantinya diharapkan sebagian bisa menggunakan jalur ini,”ujar Bupati Dadang Naser, baru-baru saat melakukan peninjauan ke lokasi TMMD.

Selain jalan, disebutkan bupati, juga digarap perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) dan pembangunan non fisik .

Komandan Korem (Danrem) 062/Tarumanegara Kolonel Inf. Parwito memberikan apresiasinya kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, yang telah memfasilitasi kegiatan TMMD ke-107 . Dijelaskan, untuk setiap korem, melaksanakan kegiatan TMMD satu kali dalam satu triwulan.

“Mudah-mudahan kegiatan sinergitas TNI, masyarakat dan instansi terkait  dapat berjalan lancar. Sehingga target pelaksanaan selama satu bulan dapat tercapai, tuntas. Agar fasilitas sasaran fisik ini, nantinya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat ,” ucap Danrem .

Terkait penetapan siaga satu covid-19 dari Pemerintah Provinsi  Jawa Barat , pembukaan TMMD  tidak dilakukan melalui upacara yang banyak pengerahkan banyak warga warga masyarakat.

“Saat pelaksanaan pekerjaan nanti, jajaran kami juga diimbau untuk langsung ke titik pengerjaan dan tidak banyak berkumpul dengan masyarakat,” pungkas Parwito. (B-003) ***