Coba Atasi Masalah Sampah Dengan Di Daur Ulang

8

Bisnis Bandung – Sampah atau limbah masyarakat yang sudah sejak lama menjadi permasalahan bersama, sepertinya belum ada solusi yang benar benar bisa menyelesaikanya.Baik pihak pemerintah lewat instansi terkait dengan menggunakan teknologi canggih ataupun melalui proses lainnya yang bisa dijadikan solusi akhir penyelesaian masalah sampah.

Keberadaan tempat pengelolaan sampah di Desa Legokkidul Kecamatan Paseh Sumedang, diharapkan bisa mewujudkan lingkungan yang bersih, dengan pengelolaan sampah dan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat Desa sekitarnya. Saat ini di Desa Legokkidul yang memiliki 5 tempat pengelolaan sampah di 4 dusun yang ada di desa tersebut,sedang melakukan berbagai tahapan percobaan pengelolaan sampah dengan mendaur ulang.

Daur ulang sampah atau limbah ini tentunya dibagi dalam beberapa tahapan.Yaitu dengan cara memisahkan sampah organik dan anorganik.Sampah organik bisa lebih mudah dimanfaatkan dengan menjadikannya pupuk buatan untuk mebantu menyuburkan tanah tanah dilahan garapan warga sekitar.
Sedangkan sampah anorgik diprosesnya harus melalui beberapa tahapan yang lumayan rumit.

Pejabat Kepala Desa Legokkidul, Iswanto mengatakan, dari 5 TPA tersebut, 4 diantaranya berada di tanah kas desa, sedangkan 1 lagi dikerjasamakan dengan masyarakat.

“Di 1 TPA rata-rata ada 11 tenaga kerja pengelola sampah, yang tadinya pengangguran sekarang mereka punya penghasilan dari mengelola sampah ini, dan mereka pada betah dengan pekerjaannya tersebut,” kata Iswanto, Senin (14/9/2020).

Dikatakan, pengelolaan sampah di Legokkidul sudah menghasilkan secara ekonomis. Sampah yang memiliki nilai ekonomis dipilah untuk dijual ke pengepul. Sementara sampah plastik diolah menjadi bahan baku pembuatan bahan bakar minyak, yang digunakan untuk membakar sampah yang tidak punya nilai ekonomis di dalam tungku.

Dikatakan, peralatan untuk menciptakan bahan bakar minyak juga didapat dari sampah, seperti kaleng biskuit, teko bekas, dan botol bekas minuman.

“Dari hasil pemilahan saja dalam 1 bulan bisa menghasilkan Rp 1 juta lebih di tiap TPA. Jadi pengelolaan sampah ini memang memberi kontribusi, selain untuk tenaga pengelola, juga untuk pemasukan kas RW,” tuturnya.

Tempat pengelolaan sampah di Legokkidul juga melibatkan unsur BPD dan LPM. Menurutnya, dengan adanya tempat pengelolaan sampah tersebut masalah sampah di Legokkidul sudah mulai teratasi.

“Pengelolaan sampah di Legokkidul bukan hanya bagaimana memusnahkan sampah, tapi juga menjadikan sampah bernilai ekonomis, sehingga dapat memberdayakan masyarakat, khususnya warga miskin, menciptakan lapangan kerja baru,” ucapnya. (E-010)