Corona Masih Jadi Hantu Menakutkan

4

SAMPAI Minggu, 13 Maret, pasien Covid-19 atau wabah corona mencapai 156.112 kasus. Jumlah itu cebderung terus bertambah dan meluas ke seluruh penjuru dunia. Di Indionesia, yang terpapar corona terus meningkat, dari  69 orang minggu lalu, pada tanggal 14 Maret tercatat 96 orang positif terpapar corona.

Menurut Juru Bicara Pemerintah tetang corona, dari jumlah itu ada yang sembuh total delapan orang Akan tetapi di Indonesia terdapat 5 orang meninggal dunia. Angka itu merupakan angka tertinggi di ASEAN. Penyebaran corona di negara lain, sama cepatnmya, tetapi tidak tercatat ada yang sampai meninggal dunia.

Perbandingan angka kematian itu merupakan pembelajaran bagi Indonesia dalam menangani kasus wabah korona yang mamatikan itu. Bisa jadi Indobnesia agak terlambat dalam mengantisipasi merebaknya wabah itu. Semula banyak di antara kita berpendapat, wabah itu tidak akan menembus Indonesia. Penyebarannya hanya di kawasan China dan sekiatrnya. Namun ternyata corona mewabah  hanmpir di semua negaera. Korea Selatan termasuk negara yang menempati urutan kedua setelah China. Kemudian wabah itu merebak di Italia dan Timur Tengah, kemudian menyebar ke seluruh dunia.

Sampai hari ini belum bajyak pejabat pusdat dan daerah yang melakuikan pemeriksaan kesehatan. Akibanya, belum diketahu secara pasti adakah penjabat yang  positif tepapar coron. Wakil Presien Maruf Amin, sudah memeriksakan diri di rumah saklit. Hasilnya negatif. Namun Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dinyatakam positif terpapar corona. Apalaghi masdyarakat, sampai hari ini belum secara spontan mau memeriksakan diri ke rumah sakit.

Lockdown, efektifkah?

Banyak cara yang dilakukan berbagai negara dalam menapis serangan wabah corona. Cina melakukan lockdown di semua kota di Daratan Cina. Semua warga kota tidak boleh keluar rumah, bila ada yang berani bepergian, orang itu akan dikejar petugas. Ibu Kota Cina, Beijing yang biasanya hiruk pikuk dengan lalu lalang manusia, kini bagai kota mati. Indonesia, secara nasional tidak akan melakukan lockdown, Gubernur DKI Jakarta justru sudah mengeluarkan maklumat meminta semua waga tidk melakukan aktivitas di luar rumah. Sekioah dan perkuliahan sementara ditiadakan, pusat-pusat keramaian ditutup, Jakarta tidak menerima pengunjung berombongan. Kota Bandung juga meminta semua siswa dari SD hingga SMA dan mahasiswa belajar di rumah masing-masing. Tempat-tempat berhimpunnya manusia, seperti Alun-alun Bandung, Taman-taman wisata, mueum, bahkan carfreeday ditutup juga.

Korea Selatan hingga kini dinilai berhasil menapis wabah corona Semula paling banyak kedua setelah Cina, dalam waktu dua bulan ini angka korban terpapar corona terus menurun. Keberhasilan itu menurt Presiden Korsel karena disiplin masyarakat dan penggunaan teknologi canggih. Akan tetapi Korsel tidak melakuikan lockdown. “Korsel tidak mengkin melakukan lockdown karena Korsel merupakan negara terbuka. Lockdown bisa merusak tatanan demokrasi,”kata Presiden Korsel  Di sejumlah titik setiap kota diadakan tes atau pemeriksasan terhadap sopir dan penumpang kendaraan, tanpa harus turun dari kendaraannya. Hasilnya dapat dilihat dalam waktu 10 menit. Korsel juga menyediakan ruang isolasi bagi penderita, baik bangunan baru maupun bangunanlama yang dialihfungsikan.

Negara yang dianggap berhasil melawan virus corona juga Taiwan.Pemerintah dan paramedis di negara itu punya pengalaman melawan virus ketika negara itu dilanda wabah SARS paling parah.Dalam menghadapi wabah baru, Taiwan tampaknya lebih siap dibandingkan dengan negara lain, khususnya dengan Cina Daratan.

Untuk menjaga penyebaran yang lebi luas,lockdown merupakan salah satu cara yang dapat diambil. Persinggungan secar langsung antarwarga membuat wabah itu mudah menyebar. Sebaliknya tanpa persentuhan langsung, virus itu kehilangan media pembiakan, dalam tempo beberapa hari wabah itu akan mati. Namun cara itu sedikitnya akan melumpuhkan ekonomi, pendidikan, dan fungsi sosial warga.

Yang penting, kita tidak henti-hentinya berdoa agar senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang Mahapelindung. Aamiin.***