Covid-19 dan Usia Harapan Hidup

337
Malah Minta Diperketat

  MENURUT catatan WHO, sampai 11 Oktober 2020, kass Covid-19 yang dilansir Kemenkes,  mencapai angka 37.109.851. Kasus kematian 1.070.355 orang. Sampai hari ini, Covid 19 masih terus memakan mangsa.

Cukup banyak orang yang terpapar bahkan meninggal dunia. Lalu bagaimana kaitannya dengan penelitian kesehatan global yang menyatakan, usia harapan hidup manusia diprediksi terus meningkat. Bisnis Bandung pernah menulis tentang Usia Harapan Hidup (UHH) dan peningkatan ekonomi global yang juga meningkat. Ini petikannya:

     Harapan Hidup (UHH) global akan meningkat Badan  Urusan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-bangsa.(PBB) memprediksi tahun 2050 UHH meningkat sampai 77,1 tahun, naik dibanding tahun lalu (72,6 tahun). Kenaikan UHH itu terjadi di negara-negara maju. Selain itu populsi penduduk di beberapa negara turun rata-rata 2,1 –2,2 persen, termasuk populasi di China antara tahun 2019 – 2050 yang turun rata-rata 2,2 persen.

    Secara demografis, terdapat benang merah yang jelas, antara tingkat pendidikan dan kesejahteraan penduduk dengan UHH dan penurunan angka kelahiran atau populasi penduduk di luar migrasi. Tingkat pendidikan dan kesejahteraan penduduk berkaitan erat dengan meningkatnya UHH dan penurunan angka kelahiran. Namun teori itu harus segera dikaji ulang ketika PBB merilis kenaikan populasi global. Pada tahun 2050 penduduk dunia akan mencapai 9,7 miliar. Naik 2,2 miliar dari jumlah tahun 2019 yakni 7,2 miliar.

    Kenaikan jumlah penduduk itu terutama terjadi di sembilan negara yakni, India, Nigeria, Pakistan, Republik Demokratik Kongo, Etiopia, Tanzania, Indonesia, Mesir, dan Amerika Serikat. Negara dengan jumlah penduduk tetrbanyak yakni China. Justru sejak 2019 Negeri Tirai Bambu itu tidak termasuk sembilan negara dengan populasi terbanyak. Bahkan sekarang India diprediksi akan menyalip China dengan kenaikan populasi yang signifikan.

Baca Juga :   Cara Cegah Kerusakan Laptop Akibat Terkena Air

     Yang cukup mengagetkan, justru Amerika Serikat. Negara adidaya itu termasuk ke dalam sembilan negara dengan populasi tertinggi. Padahal secara teori, AS seharusnya menjadi pelopor penurunan angka kelahiran dibanding China dan India. AS merupakan negara dengan tingkat pendidikan tertinggi di dunia, kesejahteraan rakyatnya juga jauh meninggalkan negara lain. Namun populasi penduduknya justru tetap tinggi. Peningkatan jumlah penduduk di AS itru diduga akibat migrasi yang tidak kalah tinggi dibanding angka kelahiran.Migrasi dari negara-negara Hispanik, terutama Meksiko, secara ilegal, terus berlanjut hingga hari ini. Begitru pula gelombang pengungsi yang datang dari negara-negara konflik, terus mengalir. Mereka berusaha keras melawan gelombang laut, menuju bibir pantai AS di semua penjuru  mata angin.

      Akan halnyua Indonesia yang menempati tempat ketujuh dari sembilan negara dengan populasi tertinggi, seyogianya mendapat perhatian khusus pemerintah dan aktivis kependudukan. Sejak dimulainya Program Keluarga Berencana (KB) di Indonesia, selau bercermin terhadap gerakan kependudukan yang dilakukan China. Secara regulatif, China menerapkan pembatasan kelahiran berdasarkan regulasi khusus dan sangat ketat. Diperkirakan pada Melineal III, China akan mendapatkan bonus demografi, hasil manajemen kependudukan yang tertata baik.

       Sekarang dengan mewabahnya Covid-19, banyak penduduk dunia yang meninggal pada usia relatif muda (usia produktif) tidak terlalu berpangaruh terhadap populasi penduduk dunia.Bgitu puila terhadap peningkatan UHH. Di tengah mewabahnya Covid-19 masih terpampanmg harapan dunia terhadap masa depan yang lebih baik. Ditemukannya vaksin corona diprediksi kasus Covid-19 akan turun drastis. KLehidupan diharapkan akan kembali normal. Hal itu akan mendorong pertumbihan ekonomi global makin meningkat.

       Harapan itu merupakan harapan semua penduduk dunia, termasuk masyarakat Indonesia. Namun vaksinasi membutuhkan waktu katena penduduk Indonesia yang sangat banyak. Angka populasi penduduk Indonesia masih cukup tinggi, termasuk pada Sembilan  Negara dengan Populasi Penduduk Tertinggi. Semoga saja, penduduk yang besar itu justru menjadi modal kuat bagi kemajuan Indonesia. ***

Baca Juga :   Pilkada dalam Pandemi