Dapatkah Kita Hidup Normal Seratus Persen?

106
Dapatkah Kita Hidup Normal Seratus Persen?

SEJAK tanggal 26 Mei 2020, Pemerintah Arab Saudi mencabut beberapa peraturan berkaitan dengan Covid-19. Di semua kota di seluruh Arab Saudi, kecuali Mekah, kehidupan dikembalikan kepada keadaan normal. Toko dan pasar dibuka kembali. Warga Saudi boleh keluar rumah, berbelanja atau bekerja sepertri sebelum mewabahnya Corona.

Meskipun demikian, Kerajaan Saudi Arabia, tetap menerapkan peraturan yang membatasi aktivitas warga. Antara lain, jam malam masih berlaku tetapi lebih longgar. Semula penduduk tidak boleh keluar rumah dari pk 15.00 sampai pk.06 pagi. Sekarang jam malam berlaku dari pk 06 sampai pk 20.00. Semua mesjid dibuka kembali bagi para jamaah kecuali Masjidil Harom dan Masjidil Nabawi. Namun para jamaah harus tetap taat terhadap protokol kesehatan.

Artinya, Arab Saudi secara konsisten memberlakukan protocol kesehatan. Akan tetapi peraturan berkaitan dengan Covid-19, lebih longgar. Protokol kesehatan yang mengatur perilaku masyarakat masih terus berlaku dengan pengawasan ketat. Semua orang yang berada di luar rumah harus mengenakan masker, tidak boleh berkerumun, memelihara jarak aman minimal satu meter.

Bukan cuma Arab Saudi, semua negara yang terpapar Covid-19 mulai menerapkan metode seperti itu. Indonesia juga berencana memberlakukan tatanan kehidupan normal secara terbatas. Itulah yang kemudian disebut New Normal atau Kehidupan Normal Baru.

Pada dasarnya New Normal yang didengungkan pemerintah itu adalah membuka kembali aktivitas ekonomi, sosial, dan kegiatan publik, di tengah pandemi Covid-19. Jadi, kita akan memasuki era baru dalam tatanan kehidupan bernegara dan bermasyarakat. Masa, yang entah berapa lama, kita akan berada pada kehidupan normal dalam keterbatasan.  Tatanan baru kehidupan yang tidak ada kaitannya dengan politik, demokrasi, dan kebebasan berpendapat.

Pertanyaannya, mampukah pemerintah dan rakyat Indonesia memasuki kehidupan era baru itu? Semuanya bergantung pada kerja keras aparatur pemerintah, termasuk Polri dan TNI dalam mengedukasi dan mengawasi masyarakat. Upaya mengedukasi itu penting agar masyarakat mau memahami dan melaksanakan tatanan baru itu.

Kemudian kehidupan dalam New Normal itu tetap membutuhkan disiplin masyarakat, taat terhadap aturan Mau menyikapinya tanpa syak wasangka yang bukan-bukan. Tak berhenti berdoa, agar kita semua terbebas dari penyanderaan Covid-19. Corona segera lenyap, kehidupan kembali normal (tanpa kata new). ***