Delapan Pabrik Mobil Di Indonesia Terdampak Corona Stop Produksi

345

BISNIS BANDUNG – Wabah virus corona berdampak negatif terhadap pertumbuhan pasar otomotif di dalam negeri. Pembatasan aktivitas produksi kendaraan serta melemahnya daya beli masyarakat memiliki pengaruh cukup signifikan terhadap industri otomotif. Setelah ada himbauan untuk membatasi aktivitas (social distancing) dan kerja dari rumah (work from home). Semua tentu patuh terhadap anjuran pemerintah. Tercatat beberapa pabrik otomotif di tanah air mengurangi volume, menyetop produksi sementara waktu, hingga merumahkan sebagian karyawannya.

Ada delapan merek otomotif baik mobil dan motor di tanah air yang  terdampak wabah corona.

Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM)  menghentikan sementara dua pabrik produksinya di Indonesia yang berada di Pulo Gadung Bekasi dan Karawang Jawa Barat mulai 3 April hingga 19 April 2020.

Sedangkan pabrik Suzuki baik motor dan mobil terhitung mulai dari 13-24 April 2020. Penghentian sementara di ketiga lokasi pabrik Suzuki  di Cakung, Tambun, dan Cikarang.

Sama halnya dengan produsen mobil Honda , yakni Honda Prospect Motor (HPM). Aktivitas produksi pabriknya di Karawang berhenti  selama dua pekan, dimulai pada 13 April 2020. Disebutkan, sekitar 4000 karyawannya terpaksa dirumahkan, namun setiap karyawan yang dirumahkan sementara tetap mendapatkan gaji.

Sementara Wuling mulai menghentikan aktivitas produksi mobilnya lebih cepat, sejak 6 April 2020 .

Daihatsu memutuskan untuk menjalankan produksi dengan 1 shift. Waktu produksi lebih singkat dari biasanya.

Daihatsu menyebutkan dengan pengurangan waktu produksi mobil , karyawan pabrik bisa tetap tinggal di rumah secara bergantian. Karyawan pabrik Daihatsu hanya bekerja dua hari sekali. Meski begitu, upah tetap dibayar penuh.

Toyota juga menerapkan work from home, produksi juga masih terus berlanjut sembil memantau rantai pasokan komponen.

Sedangkan Mitsubishi , saat ini menyesuaikan produksi dengan permintaan pasar yang tengah lesu. Hal yang sama juga dilakukan oleh pabrikan sepeda motor Honda dengan mengatur shift karyawan pabrik.

Soal dampak wabah terhadap Industri Otomotif, Ketua Umum GAIKINDO Yohannes Nangoi belum bisa memperkirakan besaran penurunan pasar otomotif atas ancaman virus corona. Ia juga belum menghitung ulang penjualan kendaraan pada tahun ini. “Tak ada yang bisa tahu wabah ini akan selesai sampai kapan. Jadi belum bisa dipastikan. Tentu, kita akan terus pantau termasuk informasi lanjut dari pemerintah,” katanya.

Di awal 2020 ini, GAIKINDO sempat menargetkan pertumbuhan penjualan mobil di pasar domestik mampu mencapai 1,05 juta atau naik lima persen dari pencapaian 2019. Namun pada Januari 2020, penjualan wholesales ternyata turun 2,44 % dibanding tahun sebelumnya (80.424 unit). Pelemahan tersebut belum kunjung turun pada Februari 2020 yang hanya mampu mencetak penjualan 79.572 unit.  (E-002)***