Devisa Andalan Indonesia Turis Cina Batalkan Wisata Ke Indonesia

8

BISNIS BANDUNG – Para pengusaha pariwisata dan hotel sudah merasakan dampak wabah corona terhadap bisnisnya sejak Januari lalu. Wisatawan mancanegara yang sebagian besar asal Cina membatalkan kunjungan wisata ke Indonesia setelah pemerintah  mengeluarkan kebijakan penerbangan dari dan ke Cina ditutup sementara, berlaku sejak tanggal 05/02/20.

“Turis asal Cina biasanya datang pada bulan Januari-Februari, sementara  dari Eropa biasanya datang mulai Maret. Sebanyak 400 tamu dari China yang telah membayar uang muka padanya, membatalkan perjananan yang sebelumnya dijadwalkan di bulan Januari hingga Maret. Hingga untuk bulan Januari saja pihaknya mengalami kerugian sekira Rp 150 juta, “ ungkap Tissa, pemilik kapal wisata di NNT seraya menambahkan, hal ini sangat berdampak pada pemasukannya, apalagi melihat kebiasaan  turis Cina yang selalu memilih opsi perjalanan mewah.

Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) memprediksi potensi kerugian sektor industri pariwisata dampak dari merebaknya virus corona mencapai puluhan miliar/ bulan karena anjloknya turis, terutama dari China.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kunjungan wisatawan Cina ke Indonesia selama Januari sampai Juni 2019 mencapai 1,05 juta orang, terbanyak kedua setelah wisatawan Malaysia.

Berdasar hasil penelitian lembaga survey Indef , pembatasan perjalanan tak hanya berdampak ke pariwisata, tapi juga ke investasi yang tidak terlepas dari tenaga kerja asing.

Misalnya, sebanyak 300 tenaga kerja Cina yang bekerja pada proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) dilarang masuk kembali ke Indonesia setelah masa perayaan Imlek , terkait dengan upaya mencegah menyebarnya virus corona di Indonesia.

Keterangan yang dihimpun BB menyebutkan , untuk mengantisipasi perlambatan proyek, pihak PT KCIC  mengoptimalkan pekerja yang ada. Perusahaan  mengoptimalkan sumber daya manusia serta mendorong pemenuhan tenaga kerja lokal untuk memastikan progres kontruksi berjalan optimal Cina merupakan investor terbesar ketiga di Indonesia setelah Singapura dan Jepang.

Dari Januari hingga Juni 2019, investasi Cina di Indonesia mencapai US$2,3 miliar atau 16,2% dari total investasi asing di Indonesia. Cina juga negara  importir terbesar ke Indonesia.

Wakil Ketua Umum ASITA Budijanto Ardiansjah menyebut,  kerugian akibat berkurangnya  kunjungan wisatawan dari perhitungan keuntungan rata-rata Rp1 juta/ turis , prediksi pengurangan jumlah turis Cina / bulan.

“Itu potensi kerugian pendapatan untuk paket tur saja seperti agen perjalanan, hotel, transportasi, pemandu wisata, restoran. Belum termasuk devisa ke negara dari pengeluaran mereka di sektor lain seperti pengrajin, oleh-oleh yang rata-rata US$200 per hari,” kata Budijanto kepada wartawan BBC News Indonesia, beberapa waktu lalu.

Budijanto memprediksi 50-60% melakukan pembatalan atau sekitar 90.000 orang.

Sedangkan  Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, virus corona telah menekan sektor pariwisata Indonesia. Padahal, lanjutnya, sektor pariwisata merupakanh salah satu devisa andalan Indonesia yang mencapai US$19,29 miliar (2018) dengan kunjungan wisatawan asing mencapai 15,8 juta orang.  (B-003) ***