Dewan Dorong Provinsi Atasi Persoalan sampah

161

BISNIS BANDUNG- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan  bersama Ketua Komisi I DPRD Jabar H.Syahrir,SE, dan sejumlah delegasi lainnya berkunjung ke perusahaan pengelolaan sampah Sysav, di Malmo, Skane Region, Swedia, belum lama ini.

Perusahaan tersebut  memiliki dua anak perusahaan, yakni Sysav Industri AB dan Sysav Utveckling AB. Sysav AB menangani limbah industri dan komersial serta limbah rumah tangga yang mudah terbakar.

H.Syahrir,SE, yang turut dalam delegasi kunker ke Swedia, menyatakan DPRD terus mendorong Pemprov Jabar untuk mengatasi persoalan sampah. Pasalnya, ribuan ton sampah setiap harinya hanya berujung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) saja dan belum optimal dalam pengelolaannya.

“Kita harapkan soal sampah ini nanti bisa dikelola secara ramah lingkungan, sehingga masyarakat di sekitar TPA tidak terdampak penyakit yang berasal dari limbah sampah,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Jabar Aher menyebutkan, teknologi pengelolaan sampah di Sysav Swedaaia sejatinya bisa diterapkan di Jawa Barat,  sehingga dapat meminimalisasi dampak limbah sampah.

Aher  mengungkapkan Jawa Barat dengan penduduk sekitar 48 juta jiwa saat ini telah menjadi pusat manufaktur industri. Di bidang pertanian,  Jawa Barat menjadi pemasok 20 persen kebutuhan padi nasional, dan 70 persen teh nasional serta memiliki buah buahan tropis.

Ia mengatakan Provinsi Jawa Barat juga menjadi tempat 60 persen manufaktur di Indoknesia, seperti elektronik kulit, pengolahan gas dan indutri kreatif lainnya. Ke depan kerjasama saling menguntungkan segera terjalin, khususnya antara Skane Region dan Jabar, seperti di bidang lingkungan hidup, energi dan pariwisata.

Sementara itu Vice President of Regional Council Ms. Annika Annerby Jansson  memaparkan sejumlah potensi dan kelebihan yang ada di wilayahnya, mulai dari pelayanan kesehatan, transportasi publik, pendidikan industri dan lainnya.

Hal disampaikam Ms Annika di hadapan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Dubes LBBP RI untuk Swedia Bagas Hapsaro, dan sejumlah delegasi Jawa Barat lainnya di kantornya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana menjajaki beberapa bidang kerjasama dengan wilayah di Negara Swedia, diantaranya di bidang pengolahan limbah sampah menjadi energi, pariwisata serta investasi dan perdagangan.

Di bidang pengolahan sampah, katanya, Swedia telah menemukan cara me-recycle 99 persen dari limbah rumah tangganya dan pada 2015 lalu, hampir 2,3 metrik ton sampah diubah menjadi energi di salah satu dari 32 perusahaan milik nasionalnya.

“Hasilnya, lebih dari 900 ribu rumah di sana menggunakan pemanas ruangan dari tenaga listrik hasil konservasi limbah sampah,” katanya.

Swedia sangat baik dalam mendaur ulang sampahnya. Bahkan, negara itu harus impor sampah dari negara lain. Kesempatan kerja sama adalah untuk mengekspor sampah dari Jawa Barat ke Swedia guna menjaga fasilitas pembakarannya tetap berjalan.(B-002)***