Dewan Minta BJB Mampu Berantas Adanya “Bank Emok”

2

BISNIS BANDUNG– PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk atau Bank BJB  diminta mampu berperan dalam memberantas keberadaan “Bank Emok” (modus baru rentenir) di tengah masyarakat, khususnya masyarakat di pelosok Jabar.

“Bank BJB harus berperan penuh dalam memberantas Bank Emok karena Jawa Barat ada jutaan pesantren, jutaan kiai dan melalui Visi Jabar Juara Lahir dan Batin dapat membumikan ekonomi syariah yang harus menjadi catatan untuk BJB,”  pinta Wakil Ketua DPRD Jawa Barat H Oleh Soleh, Rabu  (10/3/2021).

Keberadaan “Bank Emok” sempat menjadi sorotan di Kawasan Barat dan “Bank Emok” merupakan pinjaman mikro yang dinilai sebagai cara baru rentenir beroperasi.

Kata “Emok” berasal dari bahasa Sunda yang artinya berarti cara duduk perempuan lesehan dengan bersimpuh menyilangkan kaki ke belakang.

Pemberian nama “Bank Emok” karena saat terjadinya transaksi dilakukan secara lesehan di lantai dengan target para  emak-emak atau kaum ibu.

Wakil Ketua DPRD Jabar H Oleh Soleh menuturkan pihaknya memberikan apresiasi kepada Bank BJB  karena meski dalam situasi pandemi Covid-19 bank milik Pemprov Jabar ini tetap melaksanakan SOP sesuai dengan aturan yang ada dan penerapan aturan tersebut sangat berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan yang begitu signifikan.

“Sampai hari ini Bank BJB memiliki profit yang bagus melebihi daripada keadaan normal, tentu ini semua atas kinerja yang bagus dari BJB. Mudah-mudahan kedepan bisa terus dipertahankan,” katanya.

Politisi dari Fraksi PKB DPRD Jabar ada beberapa hal yang menjadi catatan penting yaitu terkait non performing loan (NPL) atau kredit bermasalah dan kreditn

Pihaknya juga meminta penyaluran kredit harus menjadi perhatian yang sangat penting, karena sampai hari ini Jawa Barat mengalami darurat ekonomi yang semakin parah.(B-002)***